Buka konten ini

RENCANA investasi sektor energi oleh perusahaan global asal Tiongkok, China Energy Engineering Corporation, di kawasan Batam–Rempang–Galang (Barelang) berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru. Proyek yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) itu diproyeksikan mampu menyerap hingga 5.000 tenaga kerja, terutama dari kalangan pekerja lokal.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
”Pemerintah juga tengah menata Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi, sekaligus menyiapkan infrastruktur pendukung seperti Kampus Patriot sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja,” jelasnya, dikutip dari Instagram Kementrans.
Menanggapi rencana tersebut, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pihaknya menyambut baik setiap inisiatif kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem investasi dan pembangunan kawasan Batam.
Menurutnya, rencana kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dengan CEEC di wilayah Galang merupakan peluang besar bagi pengembangan kawasan Barelang yang memiliki potensi luas untuk sektor industri maupun proyek strategis.
“Pada prinsipnya BP Batam menyambut baik setiap inisiatif kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem investasi dan pembangunan kawasan di Batam, termasuk rencana kerja sama yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi dengan CEEC di wilayah Galang,” ujar Fary saat dihubungi Batam Pos, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, Batam memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik bagi investor global. Selain berstatus Free Trade Zone (FTZ), Batam juga didukung infrastruktur pelabuhan dan logistik yang terus berkembang, serta memiliki kedekatan geografis dengan Singapura sebagai hub perdagangan internasional.
Menurut Fary, wilayah Galang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan industri maupun proyek strategis yang terintegrasi dengan pengembangan Batam secara keseluruhan.
BP Batam, kata dia, pada dasarnya siap mendukung dan memfasilitasi setiap rencana investasi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Dukungan tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari perizinan, kesiapan lahan, hingga integrasi dengan rencana tata ruang kawasan.
“BP Batam siap memastikan aspek perizinan, kesiapan lahan, serta integrasi dengan rencana tata ruang dan pengembangan kawasan berjalan dengan baik sehingga investasi dapat terealisasi secara optimal,” katanya.
Terkait detail investasi, jadwal operasional, serta titik lokasi pengembangan sektor energi di kawasan Barelang, Fary menyebut pihaknya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait.
Rencana proyek energi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Barelang sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal di Batam.
BP Batam juga memastikan setiap investasi yang masuk diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurut Fary, setiap rencana investasi perlu dibahas secara matang agar pelaksanaannya berjalan terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
“Kerja sama ini kami lihat sebagai bagian dari upaya memperluas basis investasi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. BP Batam akan berkoordinasi secara intensif dengan kementerian terkait agar investasi ini dapat berjalan terukur dan memberikan manfaat bagi Batam maupun nasional,” ujarnya. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK