Buka konten ini

MENJALANI ibadah puasa membuat tubuh membutuhkan kondisi yang tetap prima sepanjang hari. Karena itu, asupan makanan saat sahur dan berbuka perlu diperhatikan agar tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan energi serta manfaat kesehatan.
Salah satu jenis makanan yang dianjurkan dikonsumsi selama Ramadan adalah makanan yang kaya antioksidan. Zat ini berfungsi menangkal radikal bebas, membantu meredakan peradangan, serta menjaga kesehatan jantung dan sistem metabolisme.
Selain itu, antioksidan juga berperan dalam menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Dikutip dari Eating Well, berikut lima makanan dengan kandungan antioksidan tinggi yang cocok menjadi menu sahur maupun berbuka agar tubuh tetap bertenaga.
1. Blackberry
Blackberry dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Dalam 100 gram blackberry terdapat sekitar 100 hingga 138 mg anthocyanin, salah satu jenis antioksidan kuat.
Buah ini juga tinggi serat sehingga baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama saat puasa. Kandungan vitamin C yang tinggi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan berbagai nutrisi tersebut, blackberry dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Saat Ramadan, buah ini sering diolah menjadi smoothie, salad buah, atau topping yogurt.
2. Blackcurrant
Blackcurrant merupakan buah berry berukuran kecil dengan rasa asam manis yang menyegarkan. Setiap 100 gram blackcurrant mengandung sekitar 113 hingga 158 mg anthocyanin.
Kandungan tersebut membantu melawan stres oksidatif dan mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi membuat tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.
Saat Ramadan, blackcurrant bisa diolah menjadi selai, minuman, atau hidangan penutup untuk melengkapi menu sahur maupun berbuka.
3. Ceri Hitam
Ceri hitam atau ceri manis juga memiliki kandungan anthocyanin yang tinggi. Dalam 100 gram ceri manis terdapat sekitar 169 mg anthocyanin yang bermanfaat bagi tubuh.
Buah ini mengandung vitamin C, serat alami, serta senyawa antiinflamasi yang membantu menjaga kebugaran tubuh. Mengonsumsi ceri saat berbuka juga dapat membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Biasanya ceri dijadikan pelengkap hidangan penutup atau campuran berbagai menu makanan.
4. Elderberry
Elderberry termasuk buah dengan kadar anthocyanin yang sangat tinggi. Dalam 100 gram elderberry terdapat hingga 485 mg anthocyanin.
Namun, buah ini tidak dianjurkan dimakan mentah karena dapat bersifat toksik. Elderberry biasanya diolah terlebih dahulu menjadi sirup, teh herbal, selai, atau suplemen.
Setelah diolah dengan benar, buah ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga cocok dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.
5. Beras Hitam
Selain buah-buahan, beras hitam juga merupakan sumber anthocyanin yang tinggi. Dalam 100 gram beras hitam terkandung sekitar 456 mg anthocyanin.
Beras hitam kaya serat, zat besi, serta berbagai mineral penting yang baik untuk tubuh. Karena kandungan nutrisinya lebih lengkap, beras hitam dapat menjadi alternatif pengganti nasi putih untuk menu sahur.
Selain memberikan energi, beras hitam juga membantu menjaga kadar energi lebih stabil sepanjang hari selama berpuasa. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO