Buka konten ini

QATAR (BP) – Penyelenggaraan seri MotoGP Qatar 2026 masih belum dapat dipastikan. Dikutip dari akun Instagram @gpindonesia.id pada Sabtu (7/3), ketidakpastian ini dipicu oleh konflik militer yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu perjalanan internasional serta operasional balapan.
CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa kondisi saat ini membuat pihak penyelenggara harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Ia menyebut pihaknya terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut, dan keputusan akhir mengenai balapan masih menunggu perkembangan terbaru.
Berdasarkan jadwal awal, MotoGP dijadwalkan berlangsung di Lusail International Circuit, Qatar, pada 10–12 April 2026. Namun, ketidakstabilan geopolitik membuat rencana itu berpotensi berubah. Saat ini, penyelenggara masih mengevaluasi kemungkinan itu.
Ezpeleta menambahkan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan dengan penyelenggara lokal di Qatar sejak Minggu lalu untuk membahas berbagai skenario. Ia menegaskan keputusan resmi akan diambil setelah semua faktor dipertimbangkan.
Ia juga menyebut kemungkinan kecil balapan tetap berlangsung sesuai jadwal pada 12 April. Meski demikian, MotoGP belum menutup peluang untuk menggelar seri tersebut dan masih menunggu perkembangan situasi sebelum menetapkan keputusan final.
Ezpeleta menegaskan, perubahan lokasi balapan secara mendadak bukanlah opsi yang dipertimbangkan saat ini. Fokus utama penyelenggara adalah menemukan solusi terbaik tanpa mengganggu keseluruhan jadwal musim.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa MotoGP memiliki rencana cadangan jika terjadi situasi tak terduga. Penyelenggara cukup berpengalaman dalam menyesuaikan jadwal balapan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO