Buka konten ini

AUSTRALIA (BP) – Sejumlah analis sempat menempatkan tim Mercedes AMG sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini. Hal ini tidak mengherankan karena regulasi baru F1 2026 sangat menguntungkan mereka. Mercedes sendiri telah lama menguasai teknologi hybrid dan pernah meraih gelar juara konstruktor secara beruntun dari 2014 hingga 2021.
Sinyal keunggulan Mercedes mulai terlihat pada sesi kualifikasi GP Australia di Sirkuit Albert Park. Pembalap andalan mereka, George Russell, berhasil merebut pole position pertama di era regulasi teknis baru F1. Russell tampil dominan sejak sesi Q1, mencatatkan waktu terbaik 1:18,518 detik, lebih cepat dari rekan setimnya, Kimi Antonelli.
Keberhasilan Mercedes menempati baris terdepan menunjukkan bahwa tim telah berhasil menyempurnakan sistem power unit terbaru. Kini, mobil Mercedes memiliki keseimbangan energi listrik dan pembakaran 50:50, membuat pembalap lebih nyaman mengendalikan mobil dibandingkan musim sebelumnya. Russell bahkan menyebut sensasinya seperti mengendarai go-kart.
“Saya rasa sebagai tim, kami memiliki paket yang luar biasa. Banyak kerja keras dari semua orang untuk mencapai ini, tapi saya tidak menyangka hasilnya akan sebaik ini,” ujar Russell kepada AFP.
“Tahun lalu, mobil terasa seperti bus yang berguncang, tidak nyaman. Sekarang, rasanya seperti mengemudikan go-kart,” tambah pembalap asal Inggris tersebut.
Trek Panas Jadi Tantangan
Sesi kualifikasi digelar dengan suhu lintasan yang cukup tinggi, mencapai 42 derajat Celsius. Terik matahari membuat trek lebih panas dibanding hari sebelumnya, sehingga sempat menjadi keluhan Russell.
“Tidak mudah. Kondisinya cukup berangin dan berdebu, tapi saya menikmatinya,” kata Russell.
Sementara itu, bos Mercedes, Toto Wolff, tampak puas dengan hasil positif yang dicapai kedua pembalapnya. “Hasil ini memang mengejutkan, tapi kami menerimanya. Ketika pembalap percaya diri dengan mobilnya, inilah hasil yang bisa dicapai,” ujar Wolff.
Verstappen Celaka
Max Verstappen mengalami nasib sial pada sesi kualifikasi GP Australia kemarin. Sejak latihan bebas, pembalap Red Bull ini memang masih kesulitan menyesuaikan diri dengan manajemen penggunaan baterai, dan hal itu berujung pada kecelakaan yang mengejutkannya.
Akibat insiden tersebut, Verstappen harus menempati posisi ke-20 di grid, sesuatu yang belum pernah dialaminya sepanjang karier balapnya.
Pembalap asal Belanda itu bahkan gagal menyelesaikan satu putaran pun karena mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, keluar lintasan, dan menghantam pembatas di tikungan pertama.
“Saya baru saja menginjak rem, tiba-tiba poros belakang terkunci sepenuhnya tanpa alasan jelas,” ujar Max, dikutip AFP.
“Saya tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi. Ini pertama kalinya saya mengalami situasi seperti ini. Poros belakang terkunci sepenuhnya, dan tentu saja pada kecepatan itu, Anda tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkannya,” tambahnya.
Meski menabrak pembatas, Verstappen mengatakan benturannya tidak terlalu parah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO