Buka konten ini

KUALA LUMPUR (BP) – Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengingatkan masyarakat Malaysia agar lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Anwar, kondisi ekonomi Malaysia saat ini masih relatif stabil. Namun dinamika geopolitik internasional, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi rantai pasokan global dan mendorong kenaikan harga berbagai komoditas.
“Saya merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berbelanja. Jika selama Ramadan bisa menabung, sebaiknya tidak menghabiskan uang secara berlebihan saat Hari Raya,” ujar Anwar saat meresmikan sebuah masjid di Bukit Mertajam, Pulau Penang, Sabtu.
Ia menjelaskan, konflik yang melibatkan Iran telah memicu tekanan pada perekonomian dunia. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga minyak yang cukup tajam.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Malaysia berupaya mempertahankan harga bahan bakar jenis RON 95 tetap berada di angka 1,99 ringgit Malaysia per liter.
Anwar juga menyinggung terganggunya jalur distribusi energi di kawasan Teluk Hormuz. Sejumlah kapal besar yang mengangkut minyak dan gas dilaporkan terhambat setelah meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel terhadap Iran yang didukung oleh Amerika Serikat.
Lebih dari 200 kapal tanker yang membawa minyak dan gas disebut mengalami keterlambatan distribusi. Kondisi tersebut berdampak pada melonjaknya biaya logistik serta harga sejumlah komoditas global, termasuk bahan pangan dan pupuk yang diimpor dari Ukraina, Rusia, dan kawasan Eropa.
Ia menambahkan pemerintah telah menggelar sejumlah pertemuan untuk mencari langkah menghadapi situasi tersebut. Meski kondisi saat ini masih terkendali, kewaspadaan tetap diperlukan.
“Kita tidak tahu berapa lama gejolak ekonomi ini akan berlangsung. Karena itu masyarakat perlu mengelola keuangan secara bijak dan saling membantu jika krisis benar-benar terjadi,” kata Anwar.
Ia berharap masyarakat tetap tenang, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah ketidakpastian global. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO