Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam mulai menggerakkan masyarakat hingga tingkat lingkungan untuk menekan penyebaran tuberkulosis (TB) dengan membentuk 64 Kelurahan Siaga Tuberkulosis di seluruh wilayah kota tersebut.
Program ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap agenda nasional penanggulangan TB yang juga masuk dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pembentukan Kelurahan Siaga TB bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan bagi pasien.
“Kelurahan Siaga TB akan menggerakkan masyarakat seperti RT, RW, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung penanggulangan TB di lingkungan masing-masing,” ujar Didi, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran penyakit tersebut. Melalui program ini, warga didorong lebih aktif mengenali gejala TB dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Misalnya jika ada warga yang batuk lebih dari dua minggu, segera diarahkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Selain itu, kelurahan juga membantu proses investigasi kontak terhadap anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah,” kata Didi.
Menurutnya, selain membantu penemuan kasus lebih cepat, Kelurahan Siaga TB juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penularan penyakit tersebut serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas.
Didi menambahkan, kelurahan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta mengurangi stigma masyarakat terhadap penderita TB.
“Kelurahan menjadi penggerak masyarakat di tingkat wilayah, sementara layanan medis tetap dilakukan oleh puskesmas,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sepanjang 2025 tercatat 4.650 warga Batam terpapar TB. Melalui penguatan program Kelurahan Siaga TB, Pemko Batam menargetkan angka kasus tersebut dapat menurun pada 2026.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengatakan pembentukan Kelurahan Siaga TB juga menjadi langkah percepatan penanganan penyakit tersebut di Batam. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO