Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti, menilai layanan pengaduan bagi atlet yang disediakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan para atlet.
“Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapat keadilan, sekaligus mencegah kasus serupa terulang,” kata Susy Susanti dalam keterangan resmi Kemenpora, Jumat (6/3).
Layanan pengaduan tersebut dapat diakses melalui laman [email protected], dan hadir menyusul kasus dugaan pelecehan seksual serta kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing oleh pelatih kepala mereka.
Susy menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas munculnya kasus ini, yang seharusnya tidak terjadi, terutama di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
Sebagai mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, Susy memahami dedikasi atlet yang menjalani latihan intensif setiap hari demi satu tujuan: mengangkat prestasi dan nama bangsa.
“Lingkungan pelatnas yang kondusif, menjamin keamanan serta keselamatan atlet, dan memberikan ruang untuk berkembang adalah hal mutlak yang harus tercipta,” ujar Susy.
Ia menekankan, atlet adalah aset bangsa yang harus dilindungi, diberi ruang aman untuk berkreasi dan berkembang. Mereka berlatih keras untuk membawa gelar bagi Indonesia, bahkan mengangkat nama bangsa di pentas internasional.
“Jadi sangat menyedihkan jika pengabdian mereka ternoda oleh kekerasan,” tambah Susy.
Ia mendukung penuh agar kasus ini diusut secara tuntas dan mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam memberikan dukungan kepada atlet korban untuk menempuh jalur hukum.
Sebagai upaya mitigasi, Susy menilai langkah Kemenpora menghadirkan saluran pengaduan bagi korban kekerasan seksual tepat untuk melindungi atlet. Ia juga berharap semua pihak yang terlibat dalam olahraga memiliki integritas untuk menjaga kondusifitas dan keamanan para atlet.
Menurutnya, setiap atlet membutuhkan bimbingan dan dukungan dari ekosistem sekitar, baik saat di pelatnas maupun ketika berlaga di ajang internasional. (*)
Reporter : BOBBY ARIFIN
Editor : PUTUT ARIYO