Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Menyusul kesuksesan lelang aset tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun kembali berencana melakukan lelang kendaraan dinas yang sudah tidak layak pakai. Tahun ini, target jumlah aset yang akan dilelang jauh lebih besar, yakni mencapai 100 unit kendaraan.
Kepala BPKAD Kabupaten Karimun, Dwiyandri Kurniawan, melalui Kabid Pengelolaan Aset Daerah, Agus Arfiansyah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset-aset yang sudah rusak berat dan tidak lagi ekonomis untuk diperbaiki.
”Kami telah menyurati seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendata aset kendaraan yang mangkrak karena faktor usia maupun kerusakan permanen. Terutama kendaraan bermotor yang sudah lebih dari lima tahun tidak beroperasi. Lebih baik dilelang agar hasilnya bisa masuk ke kas daerah,” ujar Agus, Jumat (6/3).
Berbeda dari tahun sebelumnya, cakupan lelang kali ini lebih bervariasi. Tidak hanya kendaraan darat, tetapi juga mencakup kendaraan laut hingga alat berat. Beberapa di antaranya meliputi bus di bawah pengelolaan Dishub, alat berat di Dinas PUPR, hingga kapal cepat (speedboat) milik Dinas Perikanan.
Hingga saat ini, BPKAD telah menerima laporan awal dari sejumlah OPD. Dinas Perhubungan (Dishub) tercatat menyumbang 4 unit bus, 1 unit mobil Patwal, 1 unit mobil Taruna, dan 3 unit sepeda motor. Sementara itu, Disnakerin melaporkan 1 unit mobil dan 1 unit motor, serta Dinas Pangan dan Pertanian menyertakan 1 unit mobil Taruna.
Agus menambahkan, persebaran aset yang akan dilelang ini tidak hanya berpusat di Pulau Karimun, tetapi juga tersebar di pulau-pulau lain. ”Di Kecamatan Kundur Barat terdapat 5 unit motor, 1 unit bus, dan 1 unit mobil Taruna. Kami juga masih menunggu data dari Kecamatan Moro dan Durai,” tambahnya.
Setelah tahap pendataan rampung, Pemkab Karimun akan menurunkan tim penilai ke lapangan. Hasil penilaian tersebut nantinya akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam untuk proses eksekusi lelang.
”Proses pendataan masih berlangsung. Kami menargetkan paling cepat pada semester kedua tahun ini proses lelang sudah bisa dimulai,” pungkas Agus. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY