Buka konten ini

GUBERNUR Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara tegas mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Imbauan ini disampaikan seiring dibukanya layanan pembayaran zakat serentak bersama BAZNAS selama bulan suci Ramadan.
Menurut Ansar, agenda rutin ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan kemanusiaan untuk menyatukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal dalam semangat berbagi.
”Kami mengundang seluruh OPD dan instansi daerah untuk memanfaatkan layanan zakat fitrah, infak, sedekah, hingga zakat mal secara bersama-sama,” ujar Ansar saat meninjau layanan zakat di Kantor Gubernur Kepri, Jumat (6/3).
Salah satu poin penting yang ditegaskan Gubernur adalah sifat inklusif dari gerakan ini. Ansar membuka pintu bagi masyarakat non-Muslim yang ingin berpartisipasi dalam misi sosial melalui pos Bantuan Sosial Kesejahteraan Lainnya (BSKL).
”Jadi, saudara-saudara kita yang non-Muslim pun bisa terlibat dan menyalurkan bantuan di pos-pos BSKL yang telah kami sediakan,” tambahnya.
Meskipun tren capaian zakat di Kepri terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, Ansar menilai realisasi tersebut masih belum sebanding dengan potensi yang ada. Ia pun mendorong BAZNAS untuk terus melakukan inovasi, terutama dalam hal pelayanan jemput bola guna mempermudah akses bagi para muzakki (pembayar zakat).
”Potensi zakat kita jauh lebih besar. Oleh karena itu, BAZNAS harus terus berinovasi, salah satunya dengan jemput bola ke instansi-instansi,” tegasnya.
Selain itu, Ansar menitipkan pesan kepada para pimpinan instansi untuk berperan aktif mengetuk kesadaran karyawan di lingkungan kerja masing-masing.
”Pimpinan harus mampu menggerakkan hati para stafnya untuk berbagi. Hasil zakat ini akan memberikan dampak yang sangat positif dan berarti bagi masyarakat kita yang membutuhkan,” pungkas Ansar. (adv)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY