Buka konten ini

AKSI pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di kawasan Nagoya, Kota Batam, Rabu (5/3), berhasil diungkap aparat kepolisian. Dua pelaku yang menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dari dalam mobil korban kini telah diamankan setelah sempat melarikan diri ke luar daerah.
Peristiwa tersebut sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTv) di area parkir Kopitiam Laris, Nagoya. Korban diketahui baru saja melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar di Bank BCA Newton sebelum menuju lokasi tersebut dan memarkirkan mobilnya.
Berdasarkan rekaman CCTv, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matik diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak keluar dari bank. Keduanya terlihat berhenti di sekitar area parkir sambil memantau situasi di sekitar mobil Toyota Fortuner berwarna hitam milik korban.
Saat korban berada di dalam Kopitiam Laris, salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung memecahkan kaca mobil menggunakan benda keras. Pelaku kemudian mengambil tas berisi uang tunai ratusan juta rupiah yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Setelah berhasil menguasai tas berisi uang, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju jalan raya. Aksi tersebut berlangsung cepat sehingga tidak sempat diketahui korban maupun warga di sekitar lokasi.
Dari potongan video CCTv, salah satu pelaku terlihat mengenakan kaus berwarna gelap dan helm untuk menutupi identitasnya. Sementara rekannya tetap berada di atas sepeda motor untuk bersiap melarikan diri setelah aksi dilakukan.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah mengamankan para pelaku dan saat ini kasusnya masih dalam tahap pengembangan.
“Pelaku sudah diamankan dan akan segera kami rilis secara resmi. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” ujar Deni.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau, Kombes Ronni Bonic, menambahkan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil pengejaran tim gabungan Jatanras Polda Kepri bersama Satreskrim Polresta Barelang, Polsek Lubukbaja, serta jajaran kepolisian di luar daerah.
Kedua tersangka berinisial Y dan S ditangkap pada Jumat (6/3) dini hari di dua lokasi berbeda. Tersangka Y diringkus di Tembilahan, sedangkan S ditangkap di Jambi.
“Kami menerima laporan tersebut dan tim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan serta memburu keberadaan pelaku,” ujar Ronni.
Saat proses pengejaran dilakukan, kedua pelaku diketahui telah melarikan diri keluar dari Batam. Polisi kemudian menelusuri jejak pelarian mereka hingga ke beberapa daerah di luar Kepulauan Riau.
“Pelaku sempat kabur ke luar Batam, namun tim kami tidak tinggal diam dan terus melakukan pengejaran,” tegasnya.
Setelah mengetahui lokasi persembunyian para pelaku, tim gabungan langsung bergerak dan berhasil menangkap keduanya. Saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan.
“Keduanya berhasil diamankan meskipun sempat melakukan perlawanan saat ditangkap,” katanya.
Ronni menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, kedua pelaku diduga telah beberapa kali melakukan aksi pecah kaca mobil di sejumlah daerah. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan maupun lokasi kejahatan lainnya.
“Saat ini kedua tersangka masih berada di lokasi penangkapan dan akan segera dibawa ke Batam untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idulfitri, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas.
“Kapolresta Barelang mengimbau masyarakat agar lebih waspada menjelang Hari Raya Idul Fitri. Aktivitas ekonomi meningkat dan ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” kata Debby.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi keuangan, tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar tanpa pengamanan yang memadai, serta memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman dan terkunci dengan baik. (***)
Reporter : Eusebius Sara – Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO