Buka konten ini

NONGSA (BP) – Persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah mulai dimatangkan. Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kepulauan Riau bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi rencana Operasi Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan penyelenggaraan transportasi berjalan aman dan lancar.
Rapat tersebut dihadiri unsur kepolisian, dinas perhubungan, hingga operator transportasi. Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, mengatakan pertemuan itu bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menyukseskan angkutan Lebaran di wilayah Kepri.
“Kami bersama stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan Operasi Angkutan Lebaran 2026. Skema yang digunakan kurang lebih sama seperti tahun lalu, namun tahun ini lebih menekankan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dini, pihaknya menargetkan angkutan Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan penumpang.
Dari total 204 kendaraan yang direncanakan menjalani pemeriksaan, sebanyak 74 unit telah menjalani ramp check. Pemeriksaan dilakukan setiap hari dan dijadwalkan berlangsung hingga 10 Maret.
“Jika ada kendaraan yang tidak lolos, biasanya hanya perbaikan kecil. Setelah diperbaiki akan kami ramp check kembali sampai dinyatakan layak jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, memastikan kesiapan pengamanan di berbagai titik strategis selama periode Lebaran.
“Kami sudah siap melaksanakan pengamanan Lebaran, baik di jalan arteri, pelabuhan, tempat ibadah, kawasan wisata hingga pusat perbelanjaan,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Polda Kepri akan mendirikan 18 pos pelayanan dan 24 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, menegaskan komitmen seluruh instansi dalam mendukung kelancaran arus mudik. Ia menyebut sejumlah pihak telah menyiapkan dukungan layanan, mulai dari armada kapal penyeberangan hingga perlindungan asuransi penumpang.
PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan armada kapal penyeberangan, Jasa Raharja menyediakan layanan asuransi penumpang, sementara Bea Cukai memfasilitasi layanan Free Trade Zone (FTZ) bagi masyarakat yang hendak menyeberang ke Sumatera.
“Masyarakat yang ingin membawa kendaraan menuju Sumatera harus mendaftar melalui Bea Cukai. Pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 10 Maret sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai gambaran, pada periode angkutan Lebaran 2025 lalu, total penumpang kapal penyeberangan di Kepri mencapai 88.760 orang dengan jumlah kendaraan 34.868 unit.
Pergerakan terbesar terjadi pada lintasan Pelabuhan Telaga Punggur Batam menuju Pelabuhan Tanjunguban, Bintan, dengan 43.049 penumpang dan 16.494 kendaraan. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO