Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau memastikan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas tetap dapat menukarkan uang pecahan baru menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Asisten Penyelia Perkasan BI Perwakilan Kepulauan Riau, Panca Gunawan, mengatakan masyarakat Anambas tidak perlu melakukan pendaftaran secara daring melalui aplikasi PINTAR maupun situs resmi BI.
Warga cukup datang langsung ke kantor bank yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas untuk melakukan penukaran uang.
“Datang saja ke kantor bank yang ada di sana, tidak perlu daftar online,” ujar Panca Gunawan, Kamis (5/3).
Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan karena BI tidak membuka layanan penukaran uang secara langsung di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini disebabkan keterbatasan akses serta jarak wilayah kepulauan yang cukup jauh dari kantor perwakilan BI di Tanjungpinang.
Sebagai solusi, BI bekerja sama dengan sejumlah bank yang beroperasi di Anambas agar masyarakat tetap dapat memperoleh uang pecahan baru.
“Biasanya bank yang ada di sana mengambil uang dari Tanjungpinang. Untuk nominal jumlah yang tersedia memang belum kami cek,” kata Panca.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Riau Kepri Syariah Anambas, Idham Khalid, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan ketersediaan uang pecahan baru.
Menurutnya, sebagian uang pecahan baru telah lebih dulu ditukarkan masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadan. “Soalnya sebelum puasa sudah banyak duit pecahan baru yang sudah ditukar masyarakat. Nanti akan kami informasikan lagi,” ujarnya.
BRK Syariah Dabo Singkep Siapkan Rp900 Juta
Sementara itu, Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) Cabang Dabo Singkep menyiapkan uang pecahan baru hingga Rp900 juta untuk kebutuhan penukaran masyarakat.
Layanan penukaran uang tersebut mulai dibuka bagi masyarakat, khususnya nasabah BRK Syariah, guna memenuhi kebutuhan uang pecahan saat Lebaran.
Kepala BRK Syariah Dabo Singkep, Suryadi, mengatakan proses penukaran kali ini dilakukan melalui sistem pendaftaran daring.
Masyarakat yang ingin menukar uang terlebih dahulu harus mendaftar melalui tautan Google Form yang disebarkan melalui media sosial serta saluran WhatsApp resmi bank.
“Jadi masyarakat daftar dulu melalui Google Form, nanti mereka memilih paket yang tersedia dan akan dijadwalkan datang menukar uang berdasarkan nomor antrean,” kata Suryadi, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, terdapat tiga paket penukaran yang disediakan, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,6 juta per orang.
Layanan penukaran uang tersebut dibuka selama dua hari, yakni pada 5–6 Maret 2026, dengan waktu pelayanan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Secara keseluruhan, bank menyiapkan hampir Rp900 juta untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat. Uang yang tersedia terdiri dari berbagai pecahan, mulai dari Rp1.000 hingga Rp100.000.
Menurut Suryadi, pecahan kecil seperti Rp1.000 dan Rp5.000 menjadi yang paling banyak diminati masyarakat. Pecahan tersebut umumnya digunakan untuk berbagi saat Lebaran.
Pada tahap awal, layanan penukaran diprioritaskan bagi nasabah BRK Syariah. Namun, apabila masih terdapat sisa kuota, pihak bank membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk melakukan penukaran.
Suryadi menambahkan, penerapan sistem pendaftaran daring dilakukan agar proses penukaran berjalan lebih tertib. Tahun sebelumnya, layanan penukaran dilakukan secara manual sehingga banyak masyarakat yang tidak kebagian uang pecahan baru.
“Melalui sistem pendaftaran ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan jadwal penukaran dengan lebih teratur dan antrean panjang menjelang Lebaran dapat diminimalkan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin – Vatawari
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI