Buka konten ini

KONDISI ruas Jalan S Parman dari arah Panbil Mall menuju Piayu, Kecamatan Seibeduk, serta Jalan Letjen Suprapto di Sagulung, dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena rusak dan kerap memicu kecelakaan. Pemerintah Kota Batam memastikan perbaikan menyeluruh akan dilakukan mulai 2026.
Di sejumlah titik Jalan S Parman, lubang pada badan jalan disebut membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Risiko meningkat saat malam hari atau selepas hujan karena genangan air menutup lubang sehingga sulit terlihat. “Kalau malam atau habis hujan itu bahaya. Lubangnya tak kelihatan karena tergenang air. Beberapa kali saya lihat pengendara motor hampir jatuh,” ujar Dedi Maulana, warga sekaligus pengguna jalan.
Padahal, ruas tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan kawasan industri dengan permukiman di Seibeduk dan sekitarnya. Selain rusak, lebar jalan yang relatif sempit juga kerap menimbulkan kemacetan pada jam sibuk.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Pandjaitan, memastikan Jalan S Parman telah masuk daftar pekerjaan tahun 2026.
“Tahun ini akan dikerjakan,” kata Rudi, Kamis (5/3).
Ia menegaskan, perbaikan bukan sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi total. Pekerjaan meliputi pengangkatan lapisan jalan lama, pembongkaran, hingga penggantian lapisan permukaan dan struktur bawah agar lebih kuat dan tahan lama. “Jalan S Parman dari arah Panbil menuju Piayu, Seibeduk akan dikerjakan Dinas BMSDA tahun ini dengan pekerjaan rekonstruksi,” ujarnya.
Untuk proyek tersebut, Pemko Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp15,126 miliar pada 2026.
Sementara itu, penanganan Jalan Letjen Suprapto berada di bawah kewenangan BP Batam. Ruas tersebut direncanakan mengalami pelebaran dengan penambahan jalur kendaraan.
“Jalan Letjen Suprapto akan pelebaran jalan, tambah jalur,” kata Rudi.
Saat dikonfirmasi apakah pelebaran berarti penambahan jumlah jalur, ia membenarkannya. Dengan penambahan tersebut, ruas Jalan Letjen Suprapto diproyeksikan memiliki tiga jalur, sehingga diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi, khususnya pada jam sibuk.
Pemerintah berharap, melalui rekonstruksi dan pelebaran jalan ini, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan industri hingga permukiman dapat berjalan lebih lancar dan aman. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO