Buka konten ini

GRAND Prix Australia akhir pekan ini kemungkinan besar bakal memecahkan rekor penonton. Lonjakan itu terjadi seiring dengan popularitas pembalap tuan rumah Oscar Piastri yang terus meningkat. Itu setelah Piastri menjadi penantang gelar juara musim lalu.
Seperti dilaporkan Motorsport, jumlah penonton televisi Formula 1 di Australia naik drastis hingga 53 persen sepanjang tahun lalu. Animo tersebut kemungkinan akan terbawa dalam balapan pembuka F1 2026 di Sirkuit Albert Park pada 6-8 Maret akhir pekan ini.
Suporter yang hadir diprediksi melebihi rekor di Melbourne tahun lalu sebanyak 465.498 penonton. “Kami tentu saja berupaya untuk memecahkannya lagi. Kapasitas kami sekarang mencapai 141 ribu pada hari Minggu, dan kami telah memenuhi semua fasilitas pendukung,” kata Chief Events Officer GP Australia, Tom Mottram.
Ya, untuk mengakomodasi animo yang semakin besar, penyelenggara telah melakukan sejumlah perubahan. Tidak hanya meningkatkan kapasitas venue, tapi juga berbagai fasilitas pendukung seperti makanan, akses pejalan kaki dan transportasi umum menuju sirkuit.
Salah satu perubahan signifikan adalah, hadirnya stasiun kereta baru di dekat tikungan 6 serta perluasan jembatan penyeberangan utama guna memperlancar arus keluar-masuk penonton.
“Stasiun kereta baru tepat di depan Albert Park akan menjadi game changer besar, kami tidak pernah mengorbankan kenyamanan demi rekor penonton,” tegas Mottram.
Lebih lanjut, sebagai bentuk apresiasi kepada Piastri, penyelenggara juga menamai salah satu tribun utama di garis start-finis sebagai Piastri Grandstand. Tribun yang berada tepat di seberang garasi McLaren itu langsung terjual habis sejak penjualan dibuka Agustus lalu.
“Kami ingin merayakan dan menghormati Oscar, meskipun dia belum menjadi juara dunia,” kata Mottram.
“Dia sudah menjadi juara di hati kami, dengan begitu banyak balapan yang telah dia menangkan, terutama mengingat kami telah menamai tribun penonton dengan sosok seperti Mark Webber dan Daniel Ricciardo.” (***)
Reporter : BOBBY ARIFIN – JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO