Buka konten ini

BEIJING (BP) – China mulai memancang arah pembangunan lima tahun ke depan. Kamis (5/3), pemerintah negara tersebut memaparkan sejumlah target strategis periode 2026–2030 dalam laporan kerja pemerintah yang diajukan kepada lembaga legislatif tertinggi untuk dibahas.
Dalam dokumen itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto tetap berada pada kisaran yang stabil. Angka pertumbuhan tahunan akan ditetapkan secara fleksibel sesuai kondisi ekonomi yang berkembang.
Pertumbuhan tersebut dipandang penting untuk menopang ambisi jangka panjang China, yakni menggandakan PDB per kapita tahun 2020 pada 2035 sehingga negara itu dapat mencapai level negara maju menengah.
Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, Beijing juga menaruh perhatian besar pada pembangunan berbasis inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah menargetkan peningkatan rata-rata belanja penelitian dan pengembangan nasional minimal 7 persen per tahun.
Di saat yang sama, pemerintah juga berencana menekan emisi karbon dioksida sebesar 17 persen per unit PDB pada periode 2026–2030. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transisi menuju ekonomi yang lebih hijau.
Selain itu, pemerintah China juga mematok target peningkatan kontribusi ekonomi digital inti hingga mencapai 12,5 persen dari total PDB. Sementara dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka harapan hidup ditargetkan meningkat hingga 80 tahun.
Untuk memastikan rencana tersebut berjalan efektif, pemerintah mengusulkan pelaksanaan 109 proyek besar yang mencakup enam bidang strategis. Program tersebut meliputi penguatan produktivitas industri baru hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Laporan kerja pemerintah juga memaparkan capaian ekonomi China sepanjang tahun lalu. Pada 2025, nilai PDB negara tersebut tercatat mencapai 140,19 triliun yuan atau sekitar Rp342 ribu triliun, meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi, China juga mengklaim mencatat berbagai kemajuan penting. Negara itu kini menjadi salah satu pemimpin dalam riset dan penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan, biomedis, robotik, dan teknologi kuantum.
Dari sisi lingkungan, efisiensi energi juga menunjukkan perbaikan. Konsumsi energi per unit PDB tercatat turun 5,1 persen.
Meski demikian, pemerintah mengakui capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun tekanan global. Salah satu hambatan yang masih dihadapi adalah belum kuatnya momentum pertumbuhan pada sektor konsumsi dan investasi. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO