Buka konten ini


WAKIL Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau kesiapan angkutan Lebaran di Pelabuhan Domestik Pelabuhan Telaga Punggur, Rabu (4/3). Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong penambahan armada kapal, khususnya untuk rute Batam–Kuala Tungkal yang kerap mengalami lonjakan penumpang saat musim mudik.
Peninjauan dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh unsur terkait, mulai dari BP Batam, KSOP, TNI-Polri, hingga operator penyeberangan. Menurut Nyanyang, evaluasi saat kondisi pelabuhan masih relatif lengang justru penting untuk mengukur kesiapan menghadapi puncak arus mudik.
“Hari ini kami simulasi, kami lihat saat kondisi lengang. Justru di saat seperti ini bisa diukur kesiapan ke depan,” ujarnya.
Secara umum, kesiapan personel, pengamanan, dan fasilitas dinilai memadai. Namun, untuk rute Batam–Kuala Tungkal, ia menekankan perlunya tambahan dua hingga tiga unit kapal.
“Kalau bisa ada penambahan dua sampai tiga unit kapal. Karena rute ini jarak jauh, membutuhkan kapal yang lebih cepat dan berkapasitas besar,” katanya.
Menurut dia, pada hari biasa kapasitas kapal masih mencukupi. Namun saat Lebaran, lonjakan penumpang sulit dihindari sehingga perlu diantisipasi sejak dini. Penambahan armada diharapkan tidak hanya dari Batam menuju Kuala Tungkal, tetapi juga sebaliknya.
Terkait keluhan masyarakat soal sulitnya mendapatkan tiket, Nyanyang menyebut sistem penjualan kini sudah berbasis digital dan dapat diakses 24 jam, terutama mulai H-5 Lebaran.
“Sekarang sudah tidak zamannya lagi konvensional. Tiket bisa dibeli secara online melalui kanal resmi dan perbankan. Jadi sebelum datang ke pelabuhan, tiket sudah di tangan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi untuk menghindari penipuan. Pemerintah bersama operator akan memperketat pengawasan guna mencegah praktik percaloan.
Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Reno Yulianto, mengatakan lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban akan dioperasikan selama 24 jam mulai H-5 hingga H+5 Lebaran.
“Kalau masih ada penumpang yang akan menyeberang, kami tetap layani sampai antrean terurai,” ujarnya.
Untuk rute Batam–Kuala Tungkal, saat ini tersedia dua kapal aktif dan satu kapal bantuan, yakni KMP Senangin yang menggantikan KMP Sembilan yang tengah docking. Secara keseluruhan, terdapat 14 kapal yang disiapkan untuk melayani angkutan Lebaran tahun ini.
Reno menambahkan, kapal yang sedang docking ditargetkan kembali beroperasi paling lambat H-7 atau sekitar 10 Maret. ASDP juga menyusun skema tambahan penyeberangan untuk rute jarak jauh, termasuk pengaturan keberangkatan bergantian dari masing-masing pelabuhan serta kemungkinan pembukaan lintasan tambahan.
Penjualan tiket dibatasi sesuai kapasitas masing-masing kapal berdasarkan sertifikasi keselamatan. Jika tiket pada jadwal tertentu habis, berarti kuota telah terpenuhi.
“Pengguna jasa bisa memilih jadwal berikutnya. Mulai 10 Maret, penjualan tiket sudah dibuka hingga H+7 Lebaran,” katanya.
ASDP masih mengacu pada data historis angkutan Lebaran dan Natal Tahun Baru untuk memprediksi lonjakan penumpang. Evaluasi internal terus dilakukan agar pelayanan tetap optimal.
Dengan langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang seperti yang sempat terjadi pada periode sebelumnya. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GUSTIA BENNY