Buka konten ini

DI tengah Ramadan, saat kebutuhan air meningkat untuk sahur, berbuka, dan ibadah, warga Bengkong Permai justru menghadapi gangguan distribusi air bersih. Sepekan terakhir, aliran air di RT 01 RW 03 tidak mengalir stabil, bahkan mati total di sejumlah titik.
Ariastuty Sirait, Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Batam, mengakui adanya penurunan tekanan distribusi air ke wilayah Bengkong.
“Bengkong Permai sepekan ini mengalami penurunan tekanan dari Dam Duriangkang dan sedang dicari penyebabnya. Terutama Bengkong bagian atas yang mengalami mati air. Kalau bagian bawah masih mengalir pada malam hari,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan wilayah yang masuk kategori stress area atau daerah dengan tekanan air rendah. Dari total 18 titik stress area yang tersisa, sembilan di antaranya belum sepenuhnya teratasi dan masih dalam proses pembenahan.
Menurutnya, suplai dari Dam Duriangkang secara umum masih tersedia. Namun, tekanan air yang melemah membuat distribusi tidak mampu menjangkau wilayah dengan elevasi lebih tinggi. Akibatnya, sebagian kawasan, terutama di dataran atas, mengalami kekosongan pasokan.
Sebagai langkah darurat, BP Batam telah mengerahkan mobil water tank atau truk tangki untuk membantu kebutuhan warga terdampak. Distribusi dilakukan sementara sambil menunggu penelusuran penyebab gangguan serta perbaikan sistem.
“Kami sudah menyiapkan truk tangki untuk mengakomodasi kebutuhan warga yang dikoordinasikan melalui ketua RT dan RW. Saat ini tercatat sekitar 10 tangki disalurkan setiap hari,” ujarnya.
BP Batam memastikan upaya penelusuran penyebab penurunan tekanan air terus dilakukan agar distribusi kembali normal, terutama selama Ramadan ketika kebutuhan air masyarakat meningkat. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO