Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Produksi sampah di Pulau Karimun selama Ramadan terpantau stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata volume sampah yang diangkut dari permukiman warga dan tempat pembuangan sementara (TPS) berkisar 60 hingga 70 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, Ahmadi, mengatakan sejak awal hingga pertengahan Ramadan belum terlihat lonjakan produksi sampah.
“Kalau kami lihat dari sampah per hari yang diantar ke TPA Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, masih stabil. Per hari 60 sampai 70 ton,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (4/3).
Menurut dia, jumlah tersebut relatif sama dengan produksi sampah pada hari-hari biasa. Mayoritas sampah berasal dari rumah tangga, mengingat kontainer TPS yang diangkut sebagian besar ditempatkan di kawasan permukiman warga. Dalam sehari, pengangkutan dilakukan dua kali.
Ahmadi mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah di lingkungan tempat tinggal guna meminimalisir volume sampah yang dibuang ke TPA. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kepala DLH Kabupaten Karimun Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Sampah oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS).
“LPS bisa dibentuk di setiap permukiman dengan berkoordinasi ke RT dan RW. Melalui musyawarah dapat ditentukan penanggung jawabnya,” jelasnya.
Dengan adanya LPS di setiap lingkungan, diharapkan jumlah sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang. Pasalnya, sistem pengolahan sampah di TPA saat ini masih menggunakan metode sanitary landfill, yakni digali lalu ditimbun.
DLH berharap peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama Ramadan. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY