Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan sebanyak 2.074 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik hingga wisata selama periode angkutan Lebaran 2026.
Hal itu menjadi bentuk antisipasi potensi kenaikan permintaan BBM selama masa mudik lebaran tahun ini.
”Kita menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial, meliputi jalur tol, jalur wisata, jalur lintas utama berupa 2.074 SPBU yang akan beroperasi selama 24 jam,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marchelino Verieza di Graha Pertamina, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (4/3).
Tak hanya SPBU, Roberth juga memastikan bahwa selama periode mudik, pihaknya turun menyiapkan agen LPG siaga sebanyak 6.300 unit. Juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina Siaga di sejumlah 64 titik lokasi.
”Modular ini adalah mobil tangki yang sudah terisi dengan BBM-nya yang memang kita taruh di beberapa titik berdekatan ataupun bahkan di lokasi SPBU, sehingga apabila kemudian terjadi konsumsi yang meningkat maka tidak perlu lagi harus menunggu jarak tempuh dari terminal BBM ke lokasi tersebut,” jelasnya.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan motoris BBM sebanyak 200 unit, di mana mereka akan beroperasi jika seandainya terjadi kemacetan terutama di jalur-jalur ruas jalan tol.
Selanjutnya, PPN juga menyiapkan sebanyak 2.701 outlet Bright Gas, mobil tangki kita stand by 200 unit dan 41 unit serambi MyPertamina sesuai dengan tema Pertamina saat ini, yaitu Energi untuk Melangkah Penuh Harapan.
”Kami di Pertamina Patra Niaga juga membawa semangat untuk singgah, tidak saja di SPBU untuk mengisi bahan bakar, tapi juga singgah dengan berbagai saran dan fasilitas. Baik untuk beribadah, untuk beristirahat dan kita pun sediakan Serambi MyPertamina,” bebernya.
Selanjutnya, Roberth menyebut Pertamina sendiri memprediksi bahwa puncak arus mudik libur lebaran akan terjadi dua kali.
Pertama, pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026, selanjutnya prediksi puncak arus mudik kedua terjadi pada 18 sampai dengan 19 Maret 2026.
Sementara itu, prediksi puncak arus balik lebaran pertama akan terjadi pada 24 sampai dengan 25 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik kedua terjadi pada 28 sampai dengan 29 Maret 2026.
Selama momen itu, diprediksi akan ada kenaikan permintaan BBM gasoline hingga sekitar 12 persen. Sedangkan permintaan Gasoil turun 14,5 persen dari normal.
”Penurunan gasoil terjadi karena pada saat libur Idulfitri nanti, itu dilakukan pembatasan untuk kendaraan logistik yang biasanya membawa barang itu tidak beroperasi,” tukasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI