Buka konten ini

AMBISI menembus zona Liga Champions membuat Liverpool FC tak punya ruang untuk terpeleset. Menjamu West Ham United FC di Stadion Anfield, Sabtu (28/2), tiga poin menjadi harga mati bagi pasukan Arne Slot.
Pada pertemuan pertama tiga bulan lalu, The Reds menang 2-0 di London Stadium. Namun, situasinya kini berbeda. West Ham datang ke Merseyside dengan dua misi sekaligus: balas dendam dan menjauh dari zona merah yang kian mengancam.
Musim ini Liverpool punya catatan unik. Mereka menjadi tim paling produktif pada menit ke-90 ke atas. Total 13 gol lahir pada periode krusial tersebut. Catatan itu bak pisau bermata dua. Tujuh di antaranya menjadi gol penentu kemenangan, tetapi enam kali pula gawang mereka jebol di masa injury time.
Pekan lalu, Alexis Mac Allister tampil sebagai penyelamat. Golnya pada menit ke-97 memastikan kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest. Hasil itu menjaga asa Liverpool yang kini masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara.
Performa musim ini memang jauh dari standar mereka musim lalu. Poin Liverpool tertinggal 21 angka dibanding fase yang sama musim sebelumnya. Mereka memiliki poin identik dengan Chelsea di posisi kelima dan hanya terpaut tiga angka dari Manchester United FC di batas akhir zona Liga Champions.
West Ham Bangkit, Tapi Anfield Angker
West Ham tengah berjuang mempertahankan status sebagai penghuni Premier League selama 14 musim beruntun. Meski masih tercecer di peringkat ke-18, grafik performa The Hammers mulai menanjak. Dalam enam laga terakhir, mereka mengemas 11 poin dari tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Satu hal yang wajib diwaspadai Liverpool adalah start cepat lawan. Sebanyak 59 persen gol West Ham musim ini tercipta di babak pertama tertinggi di liga. Sebaliknya, Liverpool justru lambat panas. Hanya 31 persen gol mereka lahir sebelum jeda.
Namun, sejarah tak memihak tim tamu. West Ham cuma sekali menang dalam 52 lawatan terakhir ke Anfield. Kemenangan terakhir itu terjadi pada Agustus 2015 dengan skor 3-0. Selebihnya, Anfield menjadi wilayah terlarang bagi mereka.
Menanti Sentuhan Wirtz
Liverpool masih kehilangan beberapa pemain karena cedera. Namun, ada kabar baik. Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong berpeluang kembali merumput. Wirtz bisa memberi warna di sektor kreatif sebagai playmaker.
Di depan, Mohamed Salah tetap jadi andalan meski belum mencetak gol dalam sembilan laga liga terakhir. Slot kemungkinan masih mempercayai Hugo Ekitike sebagai ujung tombak.
Di kubu tamu, Nuno Espirito Santo dipusingkan absennya beberapa pemain. Ia diprediksi mengubah pendekatan dengan tiga bek sejajar, mengandalkan Jean-Clair Todibo dan Axel Disasi untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Jika Liverpool sedikit saja lengah, peluang ke Liga Champions bisa makin menjauh. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO