Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Tahun 2026, Kamis (26/2). Kegiatan ini menjadi penanda awal penyusunan arah pembangunan daerah yang diklaim selaras dengan program nasional.
Musrenbang yang berlangsung di Ruang Cempaka Putih sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB itu dipimpin langsung Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole. Karimun disebut menjadi salah satu daerah tercepat di Kepri yang menggelar Musrenbang tingkat kabupaten tahun ini.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karimun. Hadir pula unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, kalangan pengusaha, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya, Iskandarsyah menegaskan seluruh perencanaan pembangunan Karimun harus terukur, selaras, dan sinkron dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Selain itu, perencanaan daerah juga disesuaikan dengan arah kebijakan Gubernur Kepri.
“Ada beberapa poin penting dalam Asta Cita yang bisa menjadi pijakan dalam merumuskan program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia merinci sejumlah poin strategis, antara lain penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, penguatan revolusi industri 4.0 dan digitalisasi, serta pembangunan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal. Seluruhnya diarahkan untuk mewujudkan visi Karimun sebagai daerah yang maju, sejahtera, dan berbudaya.
Menurut dia, program yang telah dirancang mengusung pendekatan entrepreneur government dan disusun secara terukur. Untuk tahun 2026, pagu awal perencanaan pembangunan mencapai lebih dari Rp300 miliar yang mencakup 14 kecamatan. Selain itu, terdapat tambahan aspirasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD senilai Rp113 miliar yang tersebar di 11 OPD.
Iskandarsyah juga menegaskan sejumlah target prioritas, di antaranya penurunan angka kemiskinan dan penghapusan status desa tertinggal yang masih disandang Desa Selat Mie. Pemkab Karimun juga berencana mengembangkan konsep blue energy di Kecamatan Sugie Besar sebagai bagian dari penguatan sektor energi alternatif. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY