Buka konten ini
BATAM (BP) – Program mudik gratis kembali digelar bagi warga Batam. Tahun ini, sebanyak 250 kursi kapal laut disiapkan untuk rute Batam–Belawan dengan jadwal keberangkatan pada 16 Maret 2026.
Program yang digagas PT Persero Batam tersebut telah membuka pendaftaran sejak 18 Februari. Pendaftaran akan ditutup otomatis apabila kuota telah terpenuhi. Antusiasme masyarakat diperkirakan tinggi karena program ini menjadi alternatif mudik hemat menjelang Idulfitri.
Berdasarkan informasi pada laman resmi perusahaan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan panitia. Calon peserta diminta segera mendaftar serta memastikan data yang diinput sesuai dengan identitas resmi.
“Karena kuota terbatas, calon peserta wajib mendaftar lebih awal dan memastikan data sesuai identitas resmi,” demikian keterangan yang dikutip dari laman resmi Persero Batam.
Program Mudik Gratis 2026 ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Satu keluarga maksimal lima orang dengan melampirkan kartu keluarga (KK). Peserta juga tidak boleh terdaftar pada program mudik gratis lain yang diselenggarakan BUMN maupun instansi pemerintah.
Selain itu, nomor telepon yang didaftarkan harus aktif dan terhubung dengan aplikasi WhatsApp guna memudahkan proses verifikasi serta penyampaian informasi lanjutan.
Moda transportasi yang digunakan adalah kapal laut rute Batam–Belawan yang dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026 menggunakan KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan Pelni berperan sebagai penyedia jasa transportasi dalam program tersebut.
“Untuk di Batam yang sudah konfirmasi ke Pelni ada satu BUMN, yaitu Persero Batam. Untuk penumpangnya mereka yang mencari, bukan Pelni. Kami hanya mencetak tiket setelah daftar penumpang diserahkan kepada kami,” ujarnya.
Pelni menyediakan kapal dan dukungan tiket melalui skema kerja sama dengan potongan harga khusus bagi program BUMN. Masyarakat diimbau melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar proses verifikasi berjalan lancar dan keberangkatan sesuai jadwal.
Dumai Line Pastikan Tarif Tiket Tak Naik
Memasuki awal Ramadan, aktivitas di Pelabuhan Domestik Sekupang masih terpantau normal, Jumat (27/2). Arus penumpang yang datang maupun berangkat belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Suasana terminal keberangkatan tampak lengang. Tidak terlihat antrean panjang di loket tiket maupun pintu masuk ruang tunggu. Area parkir kendaraan juga masih cukup lapang. Penumpang yang datang sebagian besar merupakan pengguna jasa reguler dengan tujuan antarpulau di wilayah Kepulauan Riau dan Riau.
Kapal ferry yang melayani rute domestik seperti Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Moro, Dumai hingga Buton tetap beroperasi sesuai jadwal. Proses naik turun penumpang berlangsung tertib tanpa kendala berarti.
Humas Dumai Line, Asmadi, mengatakan kondisi tersebut masih tergolong normal seperti hari biasa. Lonjakan penumpang diperkirakan baru terjadi sekitar sepekan menjelang Idulfitri.
“Untuk saat ini masih normal, belum ada lonjakan. Biasanya peningkatan mulai terasa H-7 Lebaran,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada kenaikan tarif tiket menjelang musim mudik tahun ini. Harga masih sama seperti hari biasa. Rute Batam–Tanjung Balai Karimun Rp132 ribu, Batam–Tanjung Samak Rp222 ribu, dan Batam–Selat Panjang Rp282 ribu.
Batam–Buton (PKB) Rp452 ribu dan Batam–Bengkalis Rp442 ribu. Sementara Batam–Dumai Rp600 ribu. Tarif yang sama berlaku untuk Batam–Kuala Enok dan Batam–Kuala Tungkal.
Untuk rute Batam–Moro Rp152 ribu, Batam–Durai Rp232 ribu, Batam–Guntung Rp332 ribu, Batam–Urung Rp139 ribu, serta Batam–Tanjung Batu Rp154 ribu.
Selanjutnya Batam–Tembilahan Rp532 ribu, Batam–Pulau Burung Rp232 ribu, Batam–Pulau Kijang Rp644 ribu, Batam–Kota Baru Rp654 ribu, Batam–Teluk Pinang Rp542 ribu, Batam–Kuala Gaung Rp532 ribu, dan Batam–Sei Ampat Rp542 ribu.
Asmadi menambahkan pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan armada sesuai kebutuhan. Jika terjadi peningkatan signifikan, penambahan trip akan dilakukan.
“Kami melihat perkembangan di lapangan. Jika terjadi lonjakan, tentu akan kami sesuaikan dengan penambahan perjalanan,” katanya.
Salah seorang calon penumpang tujuan Tanjung Balai Karimun, Rini (34), mengaku suasana pelabuhan masih nyaman.
“Masih sepi hari ini. Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran baru terasa padat,” ujarnya.
Meski kondisi masih terkendali, pengelola pelabuhan mengimbau calon penumpang datang lebih awal saat memasuki puncak arus mudik guna menghindari antrean dan keterlambatan. (*)
Reporter : ARJUNA – RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK