Buka konten ini

RAMADAN selalu menjadi waktu yang dinanti umat Muslim untuk menunaikan ibadah puasa. Meski demikian, bagi penyandang diabetes, perubahan jadwal makan dan waktu istirahat selama sebulan penuh perlu dikelola dengan cermat agar kadar gula darah tetap terkendali dan tubuh tetap bugar.
Kondisi tersebut bukan berarti diabetesi tak bisa berpuasa. Dengan persiapan yang tepat serta disiplin menjaga pola hidup sehat, puasa tetap dapat dijalankan secara aman.
Mengutip laman NU Online pada Selasa (24/2), berikut empat kiat yang bisa diterapkan penyandang diabetes selama Ramadan.
1. Periksa dan Konsultasi ke Dokter
Langkah awal yang penting adalah berkonsultasi dengan dokter. Alumni Pendidikan Profesi Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jember menegaskan, kondisi kesehatan penderita diabetes harus dipastikan stabil sebelum memutuskan berpuasa.
Melalui konsultasi, dokter dapat menilai kesiapan tubuh sekaligus menyesuaikan dosis dan jadwal konsumsi obat. Pasien juga disarankan menyiapkan persediaan obat sesuai resep untuk kebutuhan satu bulan penuh agar pengobatan tetap teratur.
2. Rutin Memantau Gula Darah
Pengawasan kadar gula darah wajib dilakukan secara berkala. Karena itu, diabetesi dianjurkan memiliki alat pengukur gula darah mandiri di rumah.
Jika selama puasa muncul gejala seperti pusing, keringat dingin, gemetar, atau pandangan kabur, segera cek gula darah. Bila hasil menunjukkan hipoglikemia, puasa sebaiknya dibatalkan demi mencegah risiko yang lebih serius.
3. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Olahraga tetap diperlukan, namun pilih aktivitas ringan seperti jalan santai. Waktu yang dianjurkan adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat tarawih, sehingga energi tidak terkuras berlebihan saat tubuh sedang berpuasa.
4. Jaga Kualitas Tidur dan Kelola Stres
Perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memengaruhi kestabilan gula darah. Karena itu, diabetesi perlu memastikan waktu istirahat tetap cukup.
Selain itu, stres juga dapat memicu lonjakan gula darah. Mengelola emosi dan menjaga pikiran tetap tenang menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tetap stabil.
Tak kalah penting, penderita diabetes harus disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter selama Ramadan.
Dengan penerapan empat langkah tersebut, penyandang diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO