Buka konten ini

PERSONEL Marinir TNI Angkatan Laut menggelar patroli wilayah di perbatasan Indonesia dan Singapura, tepatnya di Pulau Nipa, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/2). Patroli tersebut dilakukan guna memastikan keamanan dan menjaga keutuhan batas wilayah negara di kawasan strategis jalur pelayaran internasional.
Kepala Dinas Penerangan Marinir TNI AL Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan Pulau Nipa memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia dan berbatasan langsung dengan Singapura. Kondisi tersebut menuntut pengawasan ketat dan berkelanjutan guna mencegah potensi gangguan keamanan wilayah.
Rana menjelaskan, kegiatan patroli diawali dengan apel pagi dan olahraga bersama untuk memastikan kondisi fisik prajurit tetap prima. Setelah itu, personel melaksanakan patroli laut di perairan sekitar Pulau Nipa guna memantau situasi keamanan serta mendeteksi pergerakan kapal asing yang melintas di wilayah perbatasan.
Selain patroli laut, personel Marinir juga menyisir sejumlah titik strategis di daratan dan pesisir pantai Pulau Nipa untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali. Seluruh kegiatan pengamanan tersebut tetap dilaksanakan secara maksimal meskipun berada di tengah momentum bulan suci Ramadan.
Berdasarkan hasil patroli, tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengancam kedaulatan wilayah negara. Rana menegaskan, personel Marinir akan terus dikerahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Indonesia dan Singapura.
Di sisi lain, penguatan pengamanan wilayah sejalan dengan kesiapan TNI Angkatan Laut dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan. Indonesia dalam waktu dekat diproyeksikan akan memiliki kapal induk pertama yang berasal dari hibah Angkatan Laut Italia, yakni Giuseppe Garibaldi.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menyampaikan bahwa TNI AL telah mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk mengawaki kapal induk tersebut. Sedikitnya sekitar 500 prajurit disiapkan sebagai awak, mulai dari perwira hingga prajurit dengan kompetensi khusus.
Selain kesiapan personel, TNI AL juga mempersiapkan infrastruktur pendukung, termasuk kesiapan pangkalan, dermaga militer, hingga dermaga pelabuhan sipil guna mendukung operasional kapal induk tersebut. Kebutuhan logistik juga menjadi perhatian mengingat besarnya kapasitas awak kapal dan peran strategis kapal induk dalam operasi.
Kementerian Pertahanan memastikan hibah kapal induk tersebut merupakan kerja sama antarpemerintah Indonesia dan Italia. Meski berstatus hibah, pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk kebutuhan perawatan, perbaikan, dan penyesuaian teknis agar kapal induk dapat digunakan secara optimal, terutama untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan misi kemanusiaan.
Dengan penguatan pengamanan wilayah perbatasan serta kesiapan alutsista strategis, TNI AL diharapkan mampu menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus meningkatkan peran dalam menjaga stabilitas kawasan. (***)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK