Buka konten ini

MILAN (BP) – Tren Inter Milan yang selalu lolos fase knockout Liga Champions dalam empat musim terakhir gagal berlanjut musim ini. Inter tersingkir dalam babak playoff fase knockout setelah gagal membalikkan ketertinggalan dari kuda hitam asal Norwegia, FK Bodo/Glimt.
Dalam second leg di kandangnya sendiri, Stadio Giuseppe Meazza, Milan, kemarin (25/2), Inter kembali menelan kekalahan atas FK Bodo/Glimt 1-2. Nerazzurri – julukan Inter – pun tersingkir dengan agregat gol 2-5.
Kegagalan di Liga Champions membuat Inter balik ke mode Serie A lagi. Fokus Lautaro Martinez dkk adalah terus mempertahankan posisi capolista yang sudah mereka kuasai sejak giornata ke-15. Hingga giornata ke-26, Nerazzurri unggul 10 poin (64-54) atas rival sekota, AC Milan.
”Kami juga ingin kompetitif di Liga Champions seperti di Serie A dan Coppa Italia. Kali ini kami gagal,” sebut allenatore Inter Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia.
Fokus Kejar Scudetto
Chivu mengakui, Liga Champions adalah salah satu tolok ukur kesuksesan Inter asuhan Chivu musim ini. Meski begitu, Chivu tidak menyebut kegagalan di ajang Eropa akan berdampak terhadap upaya memburu scudetto Serie A musim ini. ”Serie A kompetisi yang berbeda. Kami sudah membangun sesuatu yang penting. Masih ada 12 giornata tersisa,” tutur Chivu.
”Target kami mencapai final di semua ajang. Kami mencobanya setiap tahun. Sekarang, kami menegaskan kembali pada scudetto, target kami sejak awal musim,” sahut Nicolo Barella, kapten sekaligus gelandang Inter saat lawan Glimt kemarin seperti dilansir Inter.it.
Cholo Bukan untuk Chivu
Sebelum laga, santer disebut petinggi Inter bakal mendekati entrenador Atletico Madrid Diego Simeone untuk menggantikan posisi Chivu sebagai juru taktik Inter musim depan. CEO Inter Beppe Marotta pun menolak tegas kabar tersebut. Dilansir dari FC Inter 1908, Marotta menegaskan tidak ada pembicaraan pra-kontrak antara Inter dan Atletico Madrid terkait Cholo –sapaan akrab Diego Simeone.
”Itu benar-benar berita palsu, tidak berguna membahasnya. Kami sangat senang dengan Chivu. Dia sudah membuktikannya bahwa dia mampu menangani Inter. Dia hanya kurang beruntung,” tutur Marotta kepada Football Italia.
Antara City atau Sporting CP
Manchester City termasuk salah satu klub yang jadi korban Glimt dalam fase league Liga Champions musim ini. City dikalahkan 1-3 di Aspmyra Stadion, Bodo, kandang Glimt (21/1). Dalam undian babak 16 besar yang berlangsung di Nyon, Swiss, besok malam (27/2), Glimt berpeluang kembali menghadapi City. Selain City, Bodo/Glimt bisa diundi lawan Sporting CP.
Berbekal sukses menyingkirkan Inter, dengan dua kemenangan dalam dua leg, Glimt mulai berkoar dengan kapabilitasnya. ”Kami bisa memenangi laga di mana pun,” koar tactician Glimt Kjetil Knutsen saat diwawancarai Dagbaldet. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO