Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam menghadirkan inovasi layanan bertajuk SIMANIS (Sistem Manajemen Identitas Si Kecil) di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) tempat bersalin. Melalui layanan ini, orang tua dapat mengurus tiga dokumen administrasi kependudukan sekaligus atau three in one, yakni akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pembaruan Kartu Keluarga (KK).
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, mengatakan kehadiran SIMANIS bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen dasar anak sejak lahir tanpa harus datang dan mengantre ke kantor Disdukcapil.
“Melalui layanan SIMANIS ini, masyarakat yang melahirkan di faskes yang telah bekerja sama bisa langsung mengurus dokumen kependudukan bayi mereka. Jadi, akta kelahiran, KIA, dan KK yang sudah diperbarui bisa diproses dalam satu layanan. Praktis, cepat, dan tentu saja gratis,” ujarnya, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Disdukcapil Batam dalam meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus mempercepat kepemilikan identitas hukum anak sejak dini.
“Dokumen resmi dari Disdukcapil sangat penting untuk menjamin hak-hak anak, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga berbagai layanan publik lainnya. Karena itu, kami dorong agar setiap anak yang lahir di Batam langsung memiliki identitas yang sah,” tambahnya.
Untuk memanfaatkan layanan SIMANIS, orang tua perlu menyiapkan sejumlah persyaratan, antara lain formulir kelahiran (F2.01), surat keterangan kelahiran dari faskes, KTP orang tua ber-KTP Batam, Kartu Keluarga, KTP dua orang saksi ber-KTP Batam, buku nikah atau akta perkawinan, serta swafoto pemohon dengan formulir.
Adapun fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dalam layanan ini meliputi RSUD Embung Fatimah, Klinik AZDA, Puskesmas Sekupang, Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, RS Frisdhy Angel, serta RSIA Kasih Sayang Ibu.
Adisthy menambahkan, pihaknya akan terus memperluas kerja sama dengan faskes lain di Batam agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan layanan tersebut.
“Ke depan, kami akan evaluasi dan perluas cakupan kerja sama agar seluruh faskes di Batam dapat terintegrasi dengan sistem ini. Harapannya, tidak ada lagi anak di Batam yang tidak memiliki akta kelahiran,” tegasnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO