Buka konten ini
NONGSA (BP) – Dana sebesar Rp4,38 miliar milik salah satu perusahaan ternama di Batam dilaporkan raib secara misterius dari rekening bank tanpa sepengetahuan manajemen. Dugaan kejahatan perbankan tersebut kini ditangani Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau.
Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Ia menyebutkan laporan korban telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan awal.
“Benar, ada laporan yang kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk penanganan teknisnya dilakukan oleh subdit terkait,” ujar Silvester saat dikonfirmasi, Rabu (25/2).
Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri. Kepala Subdit V Siber, AKBP Arif Mahari, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap modus serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap laporan korban. Sejumlah data transaksi dan alur dana sedang kami telusuri,” kata Arif.
Saat ditanya mengenai jumlah saksi atau pihak yang telah diperiksa, Arif belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula ketika dana perusahaan milik seorang pengusaha berinisial IWC, 59, yang tersimpan di rekening Bank CIMB Niaga mendadak berkurang drastis. Manajemen perusahaan mengaku tidak pernah melakukan transaksi maupun memberikan persetujuan atas pemindahan dana tersebut.
Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke kepolisian. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTPL) Nomor: STTPL/B/22/II/2026/SPKT/Polda Kepulauan Riau tertanggal 13 Februari 2026 pukul 17.08 WIB.
Dalam laporan tersebut, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp4.380.000.000. Dana perusahaan diduga ditransfer ke sejumlah rekening yang tidak dikenali oleh korban maupun manajemen perusahaan. Polisi masih menelusuri jejak transaksi untuk memastikan pola kejahatan serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO