Buka konten ini

KORUT (BP) – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan ucapan selamat kepada Kim Jong Un yang kembali menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh Korea (WPK) sekaligus menegaskan posisinya sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara.
Dalam keterangan tertulis yang dimuat di laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Rabu (25/2), Xi menyebut sejak Kongres ke-8 WPK, Komite Sentral WPK di bawah kepemimpinan Kim Jong Un telah memimpin rakyat Korea Utara meraih berbagai capaian dalam pembangunan sosialisme.
“Terpilihnya kembali Kim Jong Un sebagai Sekjen menunjukkan kepercayaan mendalam dan dukungan penuh dari partai, pemerintah, dan rakyat Korea Utara,” ujar Xi.
Ia juga menilai Kongres ke-9 WPK digelar pada momen penting bagi partai dan negara untuk melanjutkan pembangunan serta menyongsong masa depan. Xi berharap di bawah kepemimpinan Kim, perjuangan sosialis Korea Utara dapat didorong ke tingkat yang lebih tinggi.
Xi menegaskan Tiongkok dan Korea Utara merupakan negara tetangga sosialis yang memiliki komitmen saling membantu dan mendukung. Menurutnya, menjaga dan mengembangkan hubungan kedua negara merupakan kebijakan strategis yang konsisten dari Partai Komunis Tiongkok dan pemerintahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertemuan Xi dan Kim disebut berperan dalam mengarahkan hubungan bilateral ke arah yang positif. Xi pun menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama erat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Sementara itu, kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Sekjen pada Minggu (22/2).
Kim sebelumnya mengambil alih kepemimpinan tertinggi setelah ayahnya, Kim Jong Il, wafat pada Desember 2011. Pada April 2012, Kim Jong Il dianugerahi gelar Sekretaris Jenderal Abadi secara anumerta, sementara Kim Jong Un diangkat sebagai ketua partai pada Mei 2016.
Dalam Kongres 2021, partai kembali menghidupkan jabatan sekretaris jenderal sebagai posisi tertinggi menggantikan ketua. Dalam pengumuman terbaru, KCNA menyebut kemampuan pencegahan perang Korea Utara, dengan kekuatan nuklir sebagai inti, meningkat signifikan di bawah kepemimpinan Kim.
Kim juga disebut berhasil menjalankan rencana pembangunan ekonomi nasional lima tahun serta menetapkan kebijakan untuk memperkuat ekonomi mandiri negara tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY