Buka konten ini

LINGGA (BP) – Tradisi masyarakat Kabupaten Lingga setiap bulan suci Ramadan adalah membangun gerbang lampu colok untuk memeriahkan malam ke-27 Ramadan atau dikenal dengan malam tujuh likur. Tradisi turun-temurun ini tetap terjaga dan terus dilestarikan hingga kini.
Pantauan di lapangan, sejumlah warga telah mulai mendirikan gerbang lampu colok sejak hari pertama puasa. Kayu-kayu panjang tampak berdiri menjulang sebagai rangka awal pembangunan gerbang.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Dabo Singkep, Suheri, mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi sekitar saat membangun gerbang, terutama jarak dengan jaringan listrik.
Ia mengingatkan agar kayu atau material bangunan tidak menyentuh kabel listrik milik PLN. “Tetap perhatikan jarak aman antara kabel PLN dengan bangunan gerbang. Kabel ini sensitif, jika terkena sentuhan bisa menyebabkan aliran listrik ke rumah warga otomatis padam,” ujarnya.
Suheri menambahkan, selain sensitif terhadap sentuhan, kabel tersebut juga mengandung arus listrik bertegangan tinggi. Jika mengenai tubuh, risikonya sangat berbahaya bahkan dapat mengancam jiwa.
“Bagi masyarakat yang bekerja membangun gerbang, tetap waspada dan berhati-hati. Utamakan keselamatan diri,” tambahnya.
Ia menegaskan, imbauan tersebut bertujuan mengingatkan warga agar tetap waspada dalam beraktivitas. PLN mendukung penuh pelestarian tradisi Ramadan, namun keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Kami berharap imbauan ini tidak disalahartikan. Ini bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY