Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dua puskesmas di Kabupaten Karimun saat ini mengalami kekurangan tenaga kesehatan (nakes), khususnya dokter umum. Kondisi tersebut terjadi di Puskesmas Moro dan Puskesmas Kundur Barat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, drg Soerjadi, mengatakan kekosongan dokter umum terjadi sejak aturan tidak lagi membolehkan pengangkatan dokter honorer dan dokter pegawai tidak tetap (PTT).
“Sejak aturan tidak membenarkan lagi dokter honorer dan dokter PTT, Kabupaten Karimun kekurangan dokter, khususnya untuk ditempatkan di puskesmas. Seperti di Puskesmas Moro dan Puskesmas Kundur Barat,” ujarnya kepada Batam Pos, Rabu (25/2).
Saat ini, Dinkes Karimun telah membuka lowongan untuk dokter umum yang akan ditempatkan di dua puskesmas tersebut. Namun hingga kini, belum ada pelamar yang mendaftar.
Selain membuka lowongan, pihaknya juga berupaya menghubungi rekan seprofesi di daerah lain untuk mencari dokter yang bersedia bertugas di Karimun.
“Untuk gaji dokter, kami ambil dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan itu dibenarkan. Kami berharap ada dokter umum yang bersedia bekerja di Karimun dan ditugaskan ke Puskesmas Moro maupun Puskesmas Kundur Barat,” jelasnya.
Secara terpisah, Camat Kundur Barat, Yusufian, mengatakan keberadaan Puskesmas Kundur Barat sangat dibutuhkan masyarakat. Meski tanpa dokter, pelayanan kesehatan tetap dibuka, namun belum maksimal.
“Meski tidak ada dokter, pelayanan tetap berjalan. Tapi tentu saja tidak maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasien dalam kondisi darurat tidak dapat ditangani di Puskesmas Kundur Barat karena tidak ada dokter umum. Pasien harus dirujuk ke RSUD Tanjungbatu yang berjarak sekitar 17 kilometer.
Menurutnya, kondisi ini memberatkan masyarakat karena harus mengeluarkan biaya tambahan, terutama untuk transportasi pulang pergi.
“Kasihan masyarakat. Saya sering mendengar keluhan warga Kundur Barat yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat ke RSUD Tanjungbatu karena tidak ada dokter umum di puskesmas. Salah satunya biaya transportasi yang jaraknya cukup jauh.
Semoga kondisi ini segera teratasi dan pelayanan kesehatan bisa kembali normal,” ungkapnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY