Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Memasuki pekan kedua, cuaca di Kabupaten Kepulauan Anambas panas terik sejak pagi hingga sore hari. Kondisi ini berbeda dengan pekan lalu yang diwarnai hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, langit Anambas tampak cerah berawan sejak pagi. Sinar matahari terasa menyengat terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Suhu udara pun meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Sejumlah warga mengaku aktivitas di luar ruangan menjadi lebih berat, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor perikanan, konstruksi, dan transportasi laut. Terik matahari membuat tubuh lebih cepat lelah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut perubahan cuaca ini dipengaruhi berkurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Anambas.
Prakirawan BMKG, Sucito, menyampaikan suhu udara di Anambas saat ini berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius pada siang hari, dengan tingkat kelembapan 60–85 persen.
“Untuk hari ini, kondisi cuaca di Anambas diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan relatif kecil dan suhu udara pada siang hari dapat mencapai 32 sampai 33 derajat Celsius,” ujarnya, Rabu (25/2).
BMKG memperkirakan kondisi cerah berawan ini masih berlangsung beberapa hari ke depan. Peluang hujan ringan diprediksi muncul secara lokal pada sore atau malam hari, namun tidak merata.
Hingga pekan depan, cuaca di Anambas secara umum masih didominasi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi hujan ringan pada pertengahan hingga akhir pekan.
Kecepatan angin diperkirakan berkisar 5–20 kilometer per jam, dengan arah dominan dari utara hingga timur laut. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Anambas berada pada kisaran 0,5–1,25 meter.
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap paparan panas berlebih, terutama pada siang hari. Kondisi tersebut berisiko memicu dehidrasi dan kelelahan, terlebih bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta memastikan asupan cairan terpenuhi saat sahur dan berbuka,” katanya.
Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, BMKG juga meminta agar tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melaut, meskipun kondisi laut relatif tenang.
Warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi dan gangguan pernapasan, diminta lebih berhati-hati terhadap perbedaan suhu yang cukup signifikan antara malam dan siang hari.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Anambas dan memperbarui informasi secara berkala.
Masyarakat diharapkan rutin mengakses informasi resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY