Buka konten ini

BATAM (BP) – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Liong Seligi dalam rangka pengamanan Tahun Baru Imlek 2026, jajaran Polresta Barelang berhasil mengungkap 34 kasus tindak pidana dengan jumlah tersangka yang sama, yakni 34 orang.
Operasi Liong Seligi digelar pada 10 hingga 24 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama Unit Reskrim Polsek jajaran. Operasi difokuskan pada penindakan kejahatan konvensional guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya menjelang perayaan Imlek.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengatakan dari puluhan kasus yang diungkap, tindak pidana pencurian masih mendominasi. Kondisi ini menjadi perhatian serius kepolisian karena berpotensi meresahkan masyarakat.
Adapun rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi tujuh kasus pencurian dengan kekerasan (curas), empat kasus pencurian dengan pemberatan (curat), serta tujuh kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, terdapat 11 kasus pencurian biasa, satu kasus pengeroyokan, dua kasus pengancaman, dan dua kasus penganiayaan.
“Selama pelaksanaan Operasi Liong Seligi, kami berhasil mengungkap 34 kasus dengan 34 orang tersangka,” ujar Anggoro dalam keterangannya. Seluruh tersangka saat ini menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ia menyebutkan capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, yakni empat kasus. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil peningkatan intensitas patroli, penyelidikan, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Menurutnya, operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, aktivitas warga cenderung meningkat sehingga potensi gangguan kamtibmas pun bertambah.
Selain langkah represif, Polresta Barelang juga mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah terus diperkuat demi menjaga stabilitas keamanan di Batam secara berkelanjutan.
Kapolresta mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi tindak kejahatan. Partisipasi aktif warga dinilai penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Jangan ragu melaporkan segala bentuk tindak kejahatan melalui layanan kepolisian 110,” pesannya.
Dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, diharapkan perayaan Imlek 2026 di Batam berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO