Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Masyarakat Indonesia biasa menunggu waktu berbuka puasa dengan ngabuburit, yang biasanya berkeliling dengan kendaraan hingga magrib. Namun, ngabuburit juga bisa lho dilakukan di rumah bersama keluarga. Salah satunya dengan menonton film Indonesia.
Menonton film bersama keluarga bisa membuat waktu terasa cepat. Kebersamaan menonton film dengan nilai keluarga bisa menjadi pilihan untuk kamu yang tidak suka kemacetan atau keramaian saat ngabuburit. Berikut adalah 8 rekomendasi film keluarga untuk menemani waktu menjelang puasa yang dilansir dari IMDB, Selasa (24/2).
1. Keluarga Cemara (2018)
Film rekomendasi keluarga yang wajib ditonton sebelum waktu berbuka adalah keluarga cemara. Film ini menceritakan bagaimana keluarga Abah yang dihadapi musibah karena hartanya disita oleh debt collector untuk membayar hutang perusahaan. Namun, situasi tersebut tidak merubah kebahagiaan keluarga Abah, melainkan memperkuat kepedulian, kehadiran dan rasa saling mendukung dalam kekeluargaan.
2. Miracle In Cell No.7 (2022)
Film dengan genre sedih menjadi film yang cocok untuk menemani anda sebelum waktu berbuka puasa tiba. Film ini menceritakan betapa dalam cintanya seorang ayah (berkebutuhan khusus) terhadap anaknya dan melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya. Secara tidak adil, ia dituduh membunuh dan dipisahkan oleh anaknya. Kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya tidak berhenti begitu saja. Pada akhirnya anak tersebut membebaskan nama baik ayahnya meskipun ia sudah tiada.
3. Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini (2020)
Film ini merupakan film keluarga yang wajib ditonton di bulan puasa. Film ini menggambarkan bahwa keluarga yang terlihat bahagia justru menyimpan banyak trauma dan rasa sakit di masa lalu. Film keluarga yang memiliki pesan moral bahwa dalam kekeluargaan harus saling terbuka dan saling memaafkan agar dapat terciptanya keharmonisan keluarga yang sehat. Sangat menyakitkan jika harus menyembunyikan kebenaran demi citra keluarga.
4. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Keluarga merupakan rumah singgah terbaik untuk ditempati. Film ini menjadi film terbaik untuk mengisi waktu sebelum berbuka puasa tiba. Film ini menceritakan betapa pentingnga komunikasi terbuka, kejujuran dan saling memahami dalam kekeluargaan.
Film ini juga mengajarkan untuk saling menghargai pendapat satu sama lain, pilihan anak serta pembelajaran seumur hidup bagi orang tua. Keluarga merupakan tempat terbaik dalam berdiskusi bukanlah sebagai paksaan.
5. Bila Esok Ibu Tiada (2024)
Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Nagiga Nur Ayati. Film ini menceritakan seorang ibu yang membesarkan keempat anaknya setelah kematian suaminya. Keegoisan anaknya menjadi harapan seorang ibu agar anaknya dapat bersatu sebelum semuanya terlambat. Penyesalan anak terhadap keegoisan nya menjadi pesan moral bahwa pentingnya menghargai orang tua sebelum semuanya terlambat.
6. Sabtu Bersama Bapak (2016)
Film lainnya yang dapt ditonton di bulan puasa adalah Sabtu Bersama Bapak. Film ini menceritakan bahwa tugas sebagai seorang ayah terhadap anaknya serta kasih sayangnya tidak akan pernah berhenti di satu titik. Berusaha sekuat mungkin untuk mendidik anaknya dan membuat rekaman berisi pesan terhadap anaknya saat mengetahui ia mengidap penyakit kanker. Ia berharap apa yang sudah dilakukan terhadap anaknya menjadi hal yang terbaik di fase kehidupannya yang lebih baik dan penuh tanggung jawab.
7. Home Sweet Loan (2024)
Rumah adalah tempat yang diimpikan dan dicintai, Namun, tidak dengan Kaluna. Film ini menceritakan tentang bagaimana Kaluna yang merupakan perjuangan seorang anak perempuan meraih impiannya serta tanggung jawabnya terhadap kehidupan keluarganya maupun pribadi. Pda akhirnya, ia berhenti bekerja dan memilih untuk menjalankan bisnis catering bersama orang tuanya.
8. Jalan Yang Jauh, Jangan Lupa Pulang (2023)
Film terakhir ini merupakan film yang wajib ditonton untuk mengisi waktu di bulan puasa. Film ini merupakan terusan dari film Nanti kita cerita tentang hari ini, seorang anak perempuan yang berkuliah di London dan jauh dari keluarganya. Perjalanan seorang anak perempuan yang mencari sebuah ‘rumah’ sebagai tempat pulang ternyaman meskipun ia memiliki keluarga. Sesuai dengan judulnya, menjadi sebuah pertanyaan “kemana kita akan pulang”? (*)
Reporter : JP Group
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI