Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang melakukan pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang dijual di sejumlah bazar Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama bulan suci. Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan terdapat sekitar 18 titik lokasi penjualan takjil yang menjadi fokus pengawasan.
“Pengecekan akan dilaksanakan selama 18 hari ke depan, dimulai dari kawasan Jalan Bandara, baik di sisi kanan maupun kiri jalan,” ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, petugas melakukan uji sampel untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya, seperti boraks, rhodamin B, pewarna tekstil, maupun pengawet yang tidak diperbolehkan.
Apabila ditemukan produk yang terbukti mengandung bahan berbahaya, pedagang akan diminta memusnahkan makanan atau minuman tersebut di tempat.
“Jika ditemukan bahan berbahaya seperti pewarna atau pengawet tertentu, akan kita tarik dan amankan untuk dimusnahkan,” tambahnya.
Selain Dinas Kesehatan, tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) juga turut melakukan uji cepat sampel makanan di lapangan. Dari hasil pemeriksaan terhadap 14 sampel, tidak ditemukan kandungan bahan terlarang yang dapat membahayakan konsumen.
“Dari hasil pemeriksaan 14 sampel, tidak ditemukan bahan terlarang yang membahayakan warga,” jelasnya.
Meski demikian, Rustam menyebut masih ada beberapa pedagang yang perlu mendapatkan pembinaan lanjutan agar standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga secara optimal selama Ramadan.
“Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadan. Para pedagang juga diimbau untuk terus menjaga kualitas dan kebersihan takjil yang dijual,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY