Buka konten ini

NONGSA (BP) – Layanan penyeberangan rute Pelabuhan Punggur Batam–Kuala Tungkal, Jambi, hingga kini belum kembali normal karena KMP Sembilang masih menjalani docking atau perawatan rutin tahunan.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam memastikan pelayanan ke Kuala Tungkal baru akan dibuka secara bertahap pada awal Maret. Hal itu menunggu rampungnya perawatan kapal serta terbitnya izin lintasan antarprovinsi untuk kapal perbantuan.
Departemen Head Bisnis dan Pelayanan ASDP Batam, Fajar Silaban, menjelaskan docking KMP Sembilang seharusnya selesai pada akhir Februari. Namun, adanya tambahan pekerjaan teknis membuat jadwal operasional kapal mundur hingga awal Maret.
“Docking normalnya 22 hari sejak masuk 6 Februari. Karena ada penambahan pekerjaan teknis, penyelesaiannya bergeser. Kalau semua lancar, awal Maret kapal sudah bisa keluar docking,” ujarnya.
Selama KMP Sembilang belum beroperasi, ASDP menyiapkan skema pelayaran sisipan menggunakan KMP Senangin. Rencananya, satu kali pelayaran langsung Punggur–Kuala Tungkal akan dibuka pada 26 Februari. Namun, pelaksanaan rute langsung tersebut masih menunggu izin lintasan antarprovinsi dari pemerintah pusat.
“Kuala Tungkal itu Jambi, lintasan antarprovinsi. Kami sudah ajukan izin cukup lama ke pusat, tapi sampai kemarin belum keluar. Kami tidak berani berspekulasi soal perizinan, tapi upaya pelayanan tetap kami dorong,” kata Fajar.
Ia mengakui sempat terjadi keluhan dari penumpang yang transit di Dabo Singkep karena kapal perbantuan belum mengantongi izin lintasan menuju Kuala Tungkal. Saat itu, sekitar 116 penumpang tertahan. ASDP kemudian melakukan konsolidasi dengan pemilik kapal dan pemerintah daerah setempat, termasuk otoritas pelabuhan, agar pelayanan tidak terhenti.
“Kami sepakat atas dasar pelayanan masyarakat. Akhirnya penumpang tetap kami layani ke Kuala Tungkal pada malam harinya. Prinsipnya, jangan sampai pengguna jasa dirugikan,” ujarnya.
Fajar menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPTD, Dinas Perhubungan, KUPP setempat, hingga kantor pusat agar izin lintasan KMP Senangin segera terbit. Selama izin belum keluar, pelayanan masih bersifat terbatas dan situasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran.
Selain KMP Sembilang, ASDP Batam juga melakukan docking terhadap KMP Lome yang melayani rute Batam–Mengkapan–Buton. Perawatan dua kapal tersebut dilakukan bersamaan untuk memastikan kesiapan armada menghadapi arus mudik Lebaran. Selama masa docking, penjualan tiket pada lintasan terdampak ditutup karena keterbatasan armada.
Terkait penjualan tiket, Fajar menjelaskan pemesanan belum dibuka jauh hari karena jumlah kapal yang beroperasi masih terbatas. ASDP hanya membuka kuota untuk dua perjalanan terdekat guna mengantisipasi potensi penumpukan penumpang apabila terjadi kendala teknis.
“Kami butuh kepastian armada. Kalau nanti KMP Sembilang dan KMP Lome sudah clear keluar docking dan izin lintasan perbantuan terbit, kuota akan kami buka lebih luas. Rencananya, informasi resmi akan kami sampaikan ke publik pada awal Maret,” katanya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO