Buka konten ini
SEORANG pejabat di Kabupaten Karimun, yakni Kepala Puskesmas Moro, Kecamatan Moro, ditangkap aparat kepolisian dari Polda Kepri pada Rabu (18/2). Pejabat tersebut berinisial BS yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Penangkapan dilakukan di rumah dinas BS yang berada tidak jauh dari Puskesmas Moro.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Soerjadi, saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (23/2), membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Surat resmi dari Polda terkait penanganan perkara dr BS belum kami terima. Namun, pemberitahuan secara lisan sudah ada,” jelasnya.
Soerjadi mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi maupun dugaan keterlibatan BS dalam kasus tersebut. Namun, dengan ditangkapnya yang bersangkutan, terjadi kekosongan jabatan Kepala Puskesmas Moro.
Untuk menjaga pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan, Dinas Kesehatan Karimun telah menunjuk seorang pelaksana harian (Plh) sebagai kepala puskesmas.
“Selain menetapkan Plh yang bukan berasal dari dokter, kami juga melakukan pergeseran tenaga dokter umum secara bergantian untuk mengisi pelayanan kesehatan di Puskesmas Moro. Dokter akan kami kirim secara bergantian, bisa seminggu atau sebulan sekali,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, dalam kasus ini tidak hanya BS yang diamankan. Sebelumnya, aparat juga menangkap seorang pria berinisial AW yang berdomisili di Pulau Jang, Kecamatan Moro.
Penangkapan kemudian berlanjut terhadap seorang staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bertugas di Kantor Camat Moro berinisial MZ.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Suyono membenarkan adanya penangkapan terhadap kepala puskesmas di wilayah Moro tersebut.
Dirinya mengatakan, yang bersangkutan diamankan bersama seorang pegawai berstatus PPPK di Satpol PP Kabupaten Karimun.
“Benar, yang bersangkutan kami amankan. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari perkara yang ditangani Subdit I,” ujar Suyono saat dikonfirmasi, Senin (23/2).
Suyono menjelaskan, kedua terduga pelaku saat ini telah dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam jaringan narkotika yang sedang diusut.
“Saat ini masih dilakukan pengembangan. Kami dalami keterkaitan yang bersangkutan dalam jaringan tersebut,” katanya. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO – YASHINTA
Editor : GUSTIA BENNY