Buka konten ini

PEMERINTAH Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka telah memasuki bulan ke-16. Dalam kurun tersebut, tingkat kepuasan masyarakat tercatat mencapai 79,2 persen.
Temuan itu terungkap dalam survei terbaru Indekstat Konsultan Indonesia. Meski mayoritas responden menyatakan puas, persoalan ekonomi tetap dinilai sebagai tantangan paling mendesak yang harus segera ditangani.
Sebanyak 63,8 persen responden menyebut isu ekonomi perlu menjadi prioritas utama. Angka ini jauh melampaui persoalan sosial dan keamanan (10,8 persen), politik dan hukum (7,6 persen), pendidikan (5,3 persen), serta pertanian (3,2 persen).
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menjelaskan ada tiga persoalan utama yang paling dirasakan masyarakat.
“Kesulitan mencari pekerjaan atau tingginya angka pengangguran berada di 19,7 persen. Disusul meningkatnya kemiskinan sebesar 19,6 persen, serta mahalnya harga kebutuhan pokok seperti BBM dan sembako sebesar 15,2 persen,” ujarnya dalam pemaparan daring, Sabtu (21/2).
Ali menambahkan, masalah ketenagakerjaan sebenarnya sudah menjadi tantangan sejak pemerintahan sebelumnya dan hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Karena itu, isu lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.
Di sisi lain, survei juga mencatat tingkat pengenalan publik terhadap sejumlah program kerja pemerintah tergolong tinggi. Empat dari delapan program utama memiliki awareness cukup kuat, antara lain Makan Bergizi Gratis (95,2 persen), BLT Kesra (82,4 persen), Cek Kesehatan Gratis (69,6 persen), serta Koperasi Merah Putih (51 persen).
Menariknya, ketika diukur dari aspek kepentingan, kinerja, dan kepuasan secara komposit, program yang berkaitan langsung dengan penyerapan tenaga kerja justru memperoleh apresiasi tertinggi. Program Pemagangan Nasional mencatat skor kinerja 80,24 dan tingkat kepuasan 80,86.
“Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap program yang mampu membuka akses langsung ke dunia kerja sangat besar,” jelas Ali.
Untuk tingkat kepentingan, program Cek Kesehatan Gratis meraih skor tertinggi (75,19), disusul Sekolah Unggul (73,46). Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis yang memiliki tingkat pengenalan sangat tinggi dinilai perlu evaluasi lebih mendalam.
Evaluasi serupa juga diharapkan pada program Swasembada Pangan Nasional dan peningkatan gaji guru.
Survei ini dilakukan pada 11–25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun di 38 provinsi secara proporsional. Margin of error penelitian ini tercatat sebesar 2,9 persen. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO