Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Antusiasme warga terhadap program pelatihan kerja gratis yang dibuka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam membludak. Sebanyak 8.032 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) berbasis kompetensi Tahun Anggaran 2026, jauh melampaui kuota yang tersedia.
Dari total tersebut, 4.883 orang mendaftar pada 82 paket program pelatihan dan sertifikasi dengan kuota hanya 1.984 peserta. Sementara itu, 3.149 orang mendaftar pada 52 paket program bimtek dan sertifikasi yang menyediakan kuota 1.220 peserta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan tingginya angka pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal di Batam.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan peningkatan keterampilan kerja di Batam memang besar,” ujarnya, Jumat (20/2).
Pada kategori bimtek dan sertifikasi, lima program dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni Ahli K3 Umum sebanyak 454 orang dengan kuota 30 orang. Disusul Operator Forklift 287 pendaftar (kuota 25 orang), K3 Teknisi Listrik 248 pendaftar (kuota 25 orang), Welding Inspector 3.0 sebanyak 190 pendaftar (kuota 10 orang), serta Teknisi Kelistrikan 125 pendaftar (kuota 20 orang).
Adapun pada kategori pelatihan dan sertifikasi, program yang paling diminati adalah pelatihan forklift dengan 569 pendaftar dan kuota 39 orang. Berikutnya ahli K3 umum 494 pendaftar (kuota 22 orang), electrical technician 228 pendaftar (kuota 15 orang), Bahasa Inggris 189 pendaftar (kuota 65 orang), serta Praseleksi Bahasa Jepang sebanyak 143 pendaftar (kuota 13 orang).
Sebelumnya, Disnaker Batam membuka 82 program pelatihan gratis berbasis kompetensi yang dibiayai melalui APBD Kota Batam dan diperuntukkan khusus bagi warga ber-KTP Batam. Program tersebut dirancang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja, terutama di sektor industri, konstruksi, jasa, hingga teknologi informasi.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi benar-benar membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” kata Yudi.
Program yang dibuka antara lain pelatihan welder berbagai level (3G hingga 6G), ahli dan operator K3, forklift, rigger, scaffolding, operator alat berat, welding inspector dan supervisor. Selain itu tersedia pelatihan tata boga, bakery, pastry, barista, menjahit garmen dan busana, web programming, mobile programming, digital marketing UMKM, desain grafis, accounting, hingga public speaking.
Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja ke luar negeri, Disnaker juga membuka pelatihan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, serta Bahasa Mandarin.
Pendaftaran dilakukan secara daring pada 9–10 Februari 2026. Peserta selanjutnya wajib melakukan verifikasi langsung di Kantor Disnaker Kota Batam pada 11–13 Februari 2026.
Peserta yang tidak hadir pada tahapan verifikasi dinyatakan mengundurkan diri.
Setelah verifikasi, peserta akan mengikuti tes tertulis dan wawancara di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ditunjuk. Informasi teknis pelaksanaan tes disampaikan melalui WhatsApp.
“Seluruh proses pendaftaran dan pelatihan ini tidak dipungut biaya. Kuota memang terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan APBD dan kapasitas LPK,” jelasnya.
Melalui program ini, Disnaker berharap para pencari kerja dapat meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja, sehingga angka pengangguran di Kota Batam dapat ditekan. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO