Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pemadaman listrik masih terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas di tengah Ramadan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena berlangsung pada waktu-waktu penting, terutama saat persiapan sahur.
Sejumlah wilayah mulai dari Tarempa hingga Harung Hijau dan sekitarnya dilaporkan mengalami pemadaman pada malam hingga dini hari. Padamnya aliran listrik membuat aktivitas warga terganggu, terutama untuk memasak dan beribadah.
Salah seorang warga Tarempa Selatan, Deni, mengaku listrik padam saat dirinya dan keluarga bersiap menyiapkan santap sahur perdana.
“Listrik padam pas kami mau sahur. Kemarin sekitar jam 12 malam, mau sahur perdana, listrik mati juga, padahal kami mau masak nasi,” ujar Deni, Jumat (20/2).
Menurutnya, pemadaman di momen penting seperti Ramadan seharusnya dapat diantisipasi lebih baik. Apalagi, sebelum bulan puasa, PLN disebut telah melakukan perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit serta jaringan listrik.
“Kami kira sebelum puasa sudah aman karena katanya mesin sudah diperbaiki dan jaringan sudah dicek. Tapi kenyataannya masih padam di waktu penting seperti ini,” katanya.
Ia berharap PLN lebih serius menjaga kestabilan pasokan listrik, khususnya pada malam hingga dini hari selama Ramadan. Pada jam-jam tersebut, masyarakat sangat bergantung pada listrik untuk memasak dan menjalankan ibadah.
Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN Anambas, Riyan Sahputra, membenarkan adanya gangguan yang menyebabkan pemadaman. Ia menjelaskan, gangguan berasal dari salah satu mesin pembangkit yang mengalami kendala teknis.
“Pemadaman terjadi karena salah satu mesin mengalami gangguan teknis. Saat ini sudah kami tangani dan sistem kembali normal,” ujarnya.
Selain faktor mesin, pemadaman juga dipicu gangguan jaringan akibat dahan pohon yang jatuh menimpa kabel listrik. Faktor cuaca dan posisi pepohonan yang dekat dengan jaringan turut menjadi penyebab.
“Ada beberapa dahan pohon yang jatuh menimpa jaringan. Sudah kami pangkas untuk kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Ia memastikan tim teknis langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan. Perbaikan dilakukan bertahap hingga aliran listrik kembali stabil. Riyan menegaskan PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan selama Ramadan, mengingat kebutuhan listrik masyarakat meningkat pada malam hari. “Kami siaga 24 jam untuk memantau mesin dan jaringan serta melakukan penanganan cepat jika terjadi gangguan,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan, seperti pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Diharapkan pasokan listrik selama Ramadan tetap terjaga. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY