Buka konten ini

PENAMPILAN mata sering kali menjadi pusat perhatian, namun seiring bertambahnya usia atau kondisi medis tertentu, kelopak mata dapat mengalami perubahan seperti kendur atau kantung mata yang menebal. Untuk mengupas tuntas solusi permasalahan ini, Dr. dr. Muhammad Rinaldi Dahlan, Sp.M(K), dokter Spesialis Mata Subspesialis Rekonstruksi, okuloplasti, dan onkologi di RS Awal Bros Batam, memberikan penjelasannya.

Penyebab Kelainan pada Kelopak Mata
Menurut dr. Rinaldi, kelainan pada mata secara garis besar dapat disingkat dengan istilah “CINTA”, yang meliputi:
– C (Kongenital): Kelainan bawaan lahir, seperti kelopak mata turun (ptosis) atau adanya celah (koloboma).
– I (Inflamasi): Peradangan seperti bintitan (hordeolum) atau selulitis.
– N (Neoplasma): Adanya tumor, baik jinak maupun ganas.
– T (Trauma): Cedera fisik yang merobek kelopak atau saluran air mata.
– A (Others/Lainnya): Termasuk faktor degeneratif akibat penuaan.
“Seiring usia, produksi kolagen menurun. Akibatnya kulit kendor atau yang kita sebut dermatokhalasis. Ini membuat penampilan kurang segar dan di sinilah peran operasi diperlukan,” ujar Dr dr. Rinaldi dalam Live Instagram Blepharoplasty: Lebih Dari Sekadar Operasi Kelopak Mata.
Solusi Atasi Kelopak Mata Kendur
Apa itu Blepharoplasty? Blepharoplasty merupakan prosedur bedah untuk memperbaiki struktur kelopak mata. Meski kini populer sebagai prosedur estetika (kosmetik) agar wajah tampak lebih muda, Blepharoplasty juga berfungsi sebagai rekonstruksi medis.
“Blepharoplasty itu adalah operasi yang cenderung ke kosmetik. Bisa juga sebagai tindakan rekonstruksi,” jelasnya.
Prosedur ini bertujuan membuang kelebihan kulit atau lemak yang menyebabkan kelopak mata tampak berat atau menciptakan kantung mata yang mengganggu.

Saat ini, Blepharoplasty lebih banyak dikenal sebagai operasi perbaikan kelopak mata untuk memperbaiki tampilan. Tindakan ini paling sering dilakukan pada kasus-kasus degeneratif akibat proses penuaan. “Kasus yang paling banyak adalah degeneratif yang menyebabkan kekenduran pada kulit kelopak mata, sehingga kelopak mata tampak sedikit turun,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat area mata terlihat lelah dan kurang segar. Pada beberapa kasus, kekenduran kulit bahkan bisa mengganggu lapang pandang.
“Nah, kulit yang berlebih itu kita angkat atau kita buang, sehingga memberikan hasil yang lebih baik, baik secara fungsi maupun estetika,” tambahnya.
Dengan prosedur yang tepat, Blepharoplasty diharapkan mampu mengembalikan tampilan mata lebih segar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pasien.
Untuk prosedur dan masa pemulihan, banyak pasien khawatir akan rasa sakit dan hasil yang tidak alami. Dokter Rinaldi menjelaskan bahwa operasi ini biasanya memakan waktu sekitar 30 hingga 35 menit per mata dengan bius lokal yang dipantau oleh dokter anestesi (Monitoring Anesthesia Care).

– Hasil Alami: Dokter akan menyayat mengikuti garis alami kulit (garis Langer) agar bekas luka tersamar dan tidak kaku.
– Pemulihan: Bengkak adalah hal wajar di awal. Jahitan biasanya dilepas setelah satu minggu.
– Risiko Keloid: Pada area kelopak mata, risiko keloid sangat jarang terjadi dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Pesan untuk Pasien Muda
Bagi anak muda yang ingin melakukan prosedur ini hanya untuk estetika, dr. Rinaldi menyarankan untuk berhati-hati. “Untuk yang masih muda, jika tujuannya hanya untuk mengencangkan kulit, saya kurang sarankan karena kulitnya masih bagus. Namun, jika tujuannya membuat lipatan mata (lid crease), itu masih memungkinkan,” tambahnya.
Beliau juga menekankan pentingnya kestabilan kondisi fisik sebelum operasi. Pasien dengan riwayat hipertensi atau diabetes harus memastikan kadar gula darah dan tekanan darah terkontrol sebelum naik ke meja operasi. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : TUNGGUL