Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Seorang pemuda ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah gudang semi permanen kosong di kawasan Simpang Tobing, Kampung Rawa Indah, Kecamatan Batuaji, Rabu (18/2) pagi.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga karena lokasi gudang berada di jalur padat lalu lintas dan berdekatan dengan simpang tiga yang cukup ramai. Sejumlah warga dan pengendara sempat memadati lokasi sebelum petugas kepolisian memasang garis polisi untuk membatasi area dan mengurai keramaian.
Korban pertama kali ditemukan warga yang melintas dan merasa curiga melihat pintu gudang dalam keadaan setengah terbuka. Saat didekati, warga mendapati seorang pria dalam posisi tergantung di dalam bangunan tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Saat proses evakuasi, kondisi tubuh korban dilaporkan masih utuh dan belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Petugas juga mendapati cairan keluar dari hidung korban. Dari kondisi tersebut, korban diduga belum lama meninggal dunia saat pertama kali ditemukan.
Warga setempat menyebut korban bukan penduduk Kampung Rawa Indah. “Sepertinya bukan orang sini. Kami tidak pernah melihatnya sebelumnya. Gudang itu juga kosong dan bukan tempat tinggal siapa pun,” ujar Alba, salah seorang warga. Ia menduga korban datang ke lokasi tersebut untuk mengakhiri hidupnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan secarik kertas di dalam saku celana korban. Pada kertas tersebut tertulis nama Riswan Saragih, alamat Asahan, tanggal lahir 10 Mei 1999, serta sebuah nomor yang dapat dihubungi. Selain itu, terdapat pesan singkat berbunyi, “Aku sayang mamaku.”
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Billy Pratama Putra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis.
“Kami belum bisa menyimpulkan apa pun terkait kejadian ini. Jenazah sudah kami evakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya di lokasi.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, kemudian memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari pemeriksaan fisik tidak ada tanda kekerasan,” katanya.
Korban yang diketahui berinisial RS, 26 tahun, ditemukan tergantung menggunakan kain sarung di dalam bangunan semi permanen yang diduga merupakan bedeng atau rumah sementara bagi pekerja pembangunan ruko di sekitar lokasi. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dan celana panjang.
“Korban bukan warga Batam. Untuk jasad sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ujar Bayu.
Hingga kini, polisi masih menelusuri identitas lengkap serta keberadaan keluarga korban, baik di Batam maupun di daerah asalnya. Motif tindakan tersebut juga masih didalami.
“Masih kita selidiki keluarga dan motifnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Johanes, warga Simpang Tobing, menyebut bangunan tempat korban ditemukan memang kerap digunakan sebagai bedeng pekerja. “Itu bedeng, biasa digunakan tukang yang bangun ruko,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengenal korban dan menduga pria tersebut datang berjalan kaki ke lokasi. “Tidak kenal. Itu sarungnya kemungkinan ada di dalam bedeng,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO