Buka konten ini

SAAT Ramadan tiba, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Batam lagsung merangkak naik, terutama cabai dan daging. Apalagi permintaan masyarakat meningkat tajam.
Pantauan di Pasar Jodoh, harga cabai merah yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Untuk pembelian dalam jumlah kecil, cabai merah dijual Rp 15 ribu hingga Rp18 ribu per seperempat kilogram.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Jodoh, Lina, 45, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Menjelang Ramadan memang biasa naik. Permintaan meningkat, tapi alhamdulillah stok masih aman. Pasokan dari luar daerah tetap masuk,” ujarnya, Rabu (18/2).
Selain cabai merah, harga cabai rawit merah juga tergolong tinggi, mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah bervariasi antara Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. Bawang merah ukuran kecil dijual mulai Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, sedangkan bawang lokal mencapai Rp30 ribu per kilogram.
Harga daging sapi beku di Pasar Jodoh tercatat Rp115 ribu per kilogram. Adapun ayam potong segar dijual Rp44 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Pedagang daging, Andi, 39, menyebut kenaikan harga daging sapi beku tidak terlalu signifikan, namun permintaan mulai meningkat. “Permintaan memang mulai naik, tapi stok daging aman. Biasanya sudah diantisipasi distributor sebelum Ramadan,” katanya.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Fanindo. Di pasar tersebut, cabai merah dijual Rp 18 ribu per seperempat kilogram, sementara daging sapi beku mencapai Rp120 ribu per kilogram. Meski demikian, harga sayur-mayur masih terpantau relatif stabil.
Salah seorang warga Batuaji, Siti, 34, berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga selama Ramadan. “Kebutuhan pasti meningkat. Kalau harga terus naik, tentu memberatkan masyarakat, apalagi menjelang Lebaran nanti,” ujarnya.
Kenaikan harga sembako menjelang Ramadan memang menjadi fenomena tahunan. Masyarakat berharap ada langkah konkret untuk menjaga pasokan dan menekan lonjakan harga agar daya beli tetap terjaga selama bulan suci.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan surplus menjelang rangkaian hari besar keagamaan tahun 2026.
Ia mengungkapkan, stok beras saat ini mencapai 10.249,14 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat Batam berada di angka 9.288,08 ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 961 ton yang dinilai cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
“Untuk beras, posisi kita aman. Stok yang tersedia lebih tinggi dari kebutuhan bulanan masyarakat Batam,” ujarnya.
Selain beras, ketersediaan gula dan minyak goreng juga dipastikan mencukupi. Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap distribusi dan pergerakan harga di pasaran guna menjaga stabilitas.
Meski demikian, Mardanis mengakui terdapat dinamika harga pada sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai hijau keriting dan cabai rawit yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kenaikan harga cabai menjadi perhatian kami. Namun secara umum, pasokan masih tersedia dan kami terus berkoordinasi dengan distributor serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO