Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bakal menjalani debut All England 2026 di Birmingham Arena, Inggris pada 3-8 Maret. Pelatih ganda putra pratama Chafidz Yusuf menuturkan, untuk target di event besar seperti All England adalah ; bermain maksimal.
“Mengingat ini kan kejuaraan besar yang diikuti seluruh pemain terbaik dunia. Juga belum keluar undiannya,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), Jumat (13/2).
Raymond menyatakan tampil di event ini memiliki ekspektasi yang cukup tinggi. “Kalau dari saya sih ambisinya pasti ada untuk juara di sana,” ucapnya. Dia sadar harus bisa mengontrol ekspektasi. Menurutnya, yang terpenting adalah fokus bermain semaksimal mungkin.
“Saya juga cuma pengin melakukan yang terbaik dulu dari latihan. Mengembalikan dan ningkatin fisik. Apalagi nanti tiga turnamen beruntun, pasti nggak mudah,” beber Raymond.
Selain All England 2026, Raymond/Joaquin juga disiapkan staf pelatih untuk tampil di dua ajang lain. Yakni Swiss Open 2026 (10-15 Maret) dan Orleans Masters 2026 (17-22 Maret).
Joaquin menambahkan, satu hal lain yang ingin dirasakan adalah bermain di karpet nuansa abu-abu. Ini adalah karpet yang ikonik di All England, dan membuatnya penasaran. “Nggak tau sih apa bedanya (dengan karpet lain), tapi penasaran saja main di karpet abu-abu. Apalagi, main di All England. Keren pasti itu,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO