Buka konten ini
GALANG (BP) – Identitas jasad pria yang ditemukan mengapung dan tersangkut bubu nelayan di perairan Air Dapur Luar, Kecamatan Galang, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sapto Agus Rinugroho, yang menjabat sebagai Bendahara Keuangan RSBP Batam.
Kepastian tersebut disampaikan setelah proses identifikasi dan pemeriksaan rampung dilakukan oleh pihak kepolisian. Kapolres Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan beberapa hari lalu itu adalah Sapto.
“Iya benar dan pihak keluarga juga sudah diambil keterangan,” ujar Anggoro saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, jasad korban pertama kali ditemukan seorang nelayan pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, nelayan hendak mengangkat bubu atau perangkap ikan yang dipasang di perairan Air Dapur Luar. Ia terkejut ketika mendapati sesosok tubuh pria dalam kondisi membengkak tersangkut pada alat tangkapnya.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat. Polisi bersama warga kemudian mengevakuasi jasad dari tengah laut ke daratan. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum dan proses identifikasi.
Dari hasil visum sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Masih kami dalami, hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Anggoro. Meski demikian, penyidik terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian.
Terkait informasi adanya surat terakhir dan dompet milik korban yang disebut tertinggal di meja kerjanya, Kapolres menyatakan hal itu masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk itu kami masih selidiki dulu,” katanya singkat. Polisi juga menelusuri aktivitas terakhir almarhum sebelum ditemukan meninggal dunia di perairan Galang.
Sementara itu, kabar wafatnya Sapto Agus Rinugroho turut disampaikan manajemen RSBP Batam melalui unggahan di media sosial resmi. Civitas hospitalia Rumah Sakit BP Batam menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum yang selama ini mengemban tugas sebagai Bendahara Keuangan.
Ucapan belasungkawa tersebut disertai doa agar amal ibadah almarhum diterima serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan secara utuh rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan mengapung di perairan Kecamatan Galang. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO