Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah menargetkan swasembada garam pada 2027. Saat ini ketergantungan impor masih tinggi karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri baik dari sisi jumlah maupun mutu.
Direktur Sumber Daya Kelautan Ditjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Frista Yorhanita, menjelaskan, kebutuhan garam nasional hingga 2027 diperkirakan mencapai sekitar 5,2 juta ton per tahun.
“Berdasarkan data, kebutuhan garam kita saat ini sampai dengan nanti di 2027 itu antara 4,9 sampai dengan 5,2 juta ton. Sayangnya memang seluruh kebutuhan tersebut 50 sampai 60 persen itu masih dipenuhi oleh impor,” ujar Frista dalam talkshow ”Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri: Tantangan dan Peluang Industri Nasional” di Kantor KKP, Kamis (12/2).
KKP mencatat produksi garam nasional rata-rata hanya sekitar dua juta ton per tahun dan sangat dipengaruhi faktor cuaca. Kondisi ini menciptakan kesenjangan besar antara kebutuhan dan produksi.
“Jadi angka produksi kita itu berfluktatif rata-rata di angka 2 jutaan. Sehingga kalau tadi kita punya kebutuhan 5 juta berarti kan ada gap 3 juta yang memang belum bisa kita penuhi,” kata Frista.
Ia menambahkan, produksi mayoritas masih menggunakan metode tradisional yang mengandalkan panas matahari. Ketika hujan datang, para petambak tidak bisa produksi, sementara wilayah sentra garam rata-rata hanya memiliki musim panas sekitar lima hingga enam bulan per tahun. Untuk mengejar target swasembada, pemerintah menyiapkan tiga strategi utama, yakni ekstensifikasi, intensifikasi, dan pengembangan teknologi.
Frista menjelaskan, ekstensifikasi dilakukan dengan membuka tambak baru. Sementara intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas tambak yang sudah ada. Pemerintah juga mulai fokus pada teknologi guna mengatasi kendala cuaca dan mutu produksi. Selain pembukaan lahan, KKP juga menjalankan proyek percontohan teknologi produksi semi-mekanis untuk mempercepat proses penguapan yang selama ini memakan waktu 60–80 hari.
“Jadi 2027 itu benar-benar akhirnya kita bisa swasembada Garam,” ujar Frista. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI