Buka konten ini

PASAR sepeda listrik (e-bike) global terus mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi mobilitas yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan efisien.
Dilansir dari website @Virtuemarketresearch, penjualan sepeda listrik atau e-bike dunia tercatat lebih dari 40 juta unit pada 2023.
Dan nilai pasarnya diperkirakan akan meningkat dari sekitar USD 47,56 miliar pada 2023 menjadi USD 104,42 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 11,9?%.
Angka ini menunjukkan bahwa tren sepeda listrik tidak hanya bertahan, tetapi mengalami peningkatan permintaan yang konsisten di seluruh dunia.
Fenomena pertumbuhan e-bike secara global ini juga mulai dirasakan di Indonesia, meski skala pasar domestik lebih kecil dibanding negara-negara besar.
Minat masyarakat terhadap sepeda listrik meningkat, terlihat dari penjualan yang naik setiap tahunnya dan semakin banyak produsen lokal yang mulai memproduksi model e-bike untuk memenuhi kebutuhan urban dan jarak pendek.
Faktor yang mendorong tren ini antara lain kenaikan biaya transportasi berbahan bakar fosil, kesadaran akan lingkungan, dan gaya hidup sehat yang mendorong penggunaan sepeda untuk aktivitas sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terhadap sepeda listrik di Indonesia semakin terlihat, salah satunya dari media sosial.
Dilihat dari akun TikTok @goda.indonesia, salah satu toko sepeda listrik yang cukup terkenal dengan desain produknya yang menarik, konten terbaru mereka menampilkan warna baru sepeda listrik, yakni hitam dan pink.
Unggahan tersebut mendapatkan banyak respons dari warganet, di mana sejumlah komentar menyebut bahwa mereka sudah membeli produk tersebut dan sangat merekomendasikannya.
Harga dari sepeda listrik ini tentunya mulai dari Rp3 jutaan, sehingga membuatnya relatif terjangkau bagi masyarakat perkotaan yang ingin beralih ke mobilitas lebih ramah lingkungan.
Tak hanya itu, banyak pengguna juga mengaku sedang menabung untuk bisa membeli sepeda listrik ini, menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi di kalangan konsumen muda maupun keluarga.
Menurut komentar-komentar yang muncul, sepeda listrik dianggap sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Mulai dari mengantar anak ke sekolah, belanja kebutuhan rumah tangga, hingga sekadar berkeliling lingkungan sekitar.
Hal ini menunjukkan bahwa tren sepeda listrik di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi dan lingkungan, tetapi juga oleh gaya hidup urban yang mengutamakan kemudahan, efisiensi, dan fleksibilitas mobilitas.
Popularitasnya di media sosial menjadi indikator nyata bahwa sepeda listrik mulai menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mencerminkan adanya potensi pasar yang terus berkembang di tanah air. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI