Buka konten ini

KRISIS air bersih mulai menghantui pulau Bintan, yakni Kabupaten Bintan dan Kota tanjungpinang. Waduk Sei Gesek yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi air baku kini dalam kondisi kritis.
Dampaknya, sebanyak 6 ribu pelanggan PDAM Tirta Kepri harus rela ”pindah haluan” sumber air ke Waduk Sungai Pulai demi menjaga keran tetap mengalir.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi waduk di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, itu kian memprihatinkan. Sejak panas terik melanda pada Januari 2026, gundukan tanah dari dasar waduk mulai menyembul ke permukaan.
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, mengungkapkan bahwa level air saat ini hanya menyisakan ketinggian 40 sentimeter. Angka itu terjun bebas dari kondisi normal yang biasanya mencapai 2 meter. ”Kami harus membagi wilayah pelayanan.
Dari total 7 ribu pelanggan, 6 ribu di antaranya terpaksa dialihkan,” jelas Kholik, Kamis (12/2).
Pelanggan yang terdampak mayoritas berada di kawasan padat penduduk, mulai dari wilayah Batu 10 hingga Batu 5 di Jalan Gatot Subroto, Kota Tanjungpinang.
Untuk mengantisipasi kelangkaan total, PDAM menerapkan skenario darurat dengan menyudet aliran dari Waduk Sungai Pulai.
Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri, Abdur Razak, menambahkan bahwa meski air menyusut drastis, pompa tetap dioperasikan 24 jam. Strategi jemput bola juga dilakukan dengan memasang ribuan karung pasir (sandbag) di tali air. ”Tujuannya agar sisa-sisa air bisa masuk ke intake secara maksimal,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan pipa, PDAM kini berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyiagakan mobil tangki.
Armada ini akan dikerahkan langsung ke titik-titik yang mengalami kekeringan paling parah. Kondisi ini mulai dirasakan warga. Retno, warga Jalan Gatot Subroto, mengaku debit air yang masuk ke rumahnya mengecil sejak beberapa pekan terakhir.
”Air masih jalan, tapi kecil sekali. Sekarang harus ekstra hemat, tidak berani boros lagi,” curhatnya.
Pihak PDAM pun mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan kebocoran pipa di jalan. Pasalnya, di tengah krisis seperti ini, setetes air sangat berharga. ”Jangan biarkan air terbuang sia-sia,” pungkas Razak. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY