Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyerahkan 850 Kartu Identitas Anak (KIA) kepada siswa SD Negeri 006 Batam Kota, Kamis (12/2) siang. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Program tersebut merupakan bagian dari layanan jemput bola Disdukcapil untuk mempercepat kepemilikan identitas resmi bagi anak-anak di Batam. Dengan mendatangi sekolah, pendataan hingga pencetakan kartu dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.
Kepala Disdukcapil Batam, Adhisty, menjelaskan jumlah siswa di SDN 006 Batam Kota tercatat 1.081 orang. Dari total tersebut, 850 siswa menerima KIA. Sebagian siswa lainnya telah lebih dulu memiliki KIA, sementara beberapa masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi.
“Masih ada empat keluarga yang KTP orang tuanya di luar Batam. Jadi itu memang belum bisa kita proses,” ujar Adhisty.
Meski belum seluruh siswa menerima, capaian itu dinilai cukup signifikan dan mendapat respons positif dari orang tua maupun wali murid.
Adhisty menegaskan, program jemput bola ini tidak berhenti di satu sekolah. Disdukcapil akan terus berkeliling ke sekolah-sekolah lain untuk melakukan pendataan, pencetakan, sekaligus penyerahan KIA secara langsung.
“Harusnya hari ini ada dua sekolah yang kita kunjungi, tetapi karena keterbatasan waktu belum bisa,” katanya.
Menurut dia, Disdukcapil telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk menyosialisasikan program tersebut ke seluruh sekolah. Mekanismenya, petugas menjemput data ke sekolah, mencetak kartu, lalu menyerahkannya kembali kepada siswa.
Selain berfungsi sebagai identitas resmi anak sejak lahir hingga usia 16 tahun, KIA juga memberi manfaat tambahan. Pemko Batam telah menjalin perjanjian kerja sama dengan sejumlah toko buku besar, seperti Balison dan Edukits, serta destinasi wisata anak seperti Ocarina dan Pantai Vio-Vio.
Pemegang KIA berhak memperoleh potongan harga 15 hingga 20 persen untuk pembelian buku maupun tiket wisata anak.
“Harus ada perjanjian kerja sama dulu baru bisa. Untuk potongannya 15 sampai 20 persen, baik di tempat wisata, rekreasi, maupun toko buku. Ini sangat membantu,” jelas Adhisty.
Ia sengaja menggandeng toko buku agar anak-anak lebih mudah mendapatkan buku pelajaran dengan harga terjangkau. Program ini akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran, termasuk melibatkan Bunda PAUD Kota Batam, Erlita Amsakar, dalam penyerahan KIA di tingkat pendidikan usia dini.
“Untuk PAUD, kita libatkan juga Bunda PAUD Kota Batam dalam penyerahannya,” ujarnya.
Secara nasional, target kepemilikan KIA berada di angka 60 persen. Batam saat ini telah mencapai 63 persen, melampaui target nasional tersebut.
“Nanti detail jumlah keseluruhan anak akan kami informasikan lagi,” tambahnya.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik program tersebut. Menurutnya, KIA bukan sekadar kartu identitas, melainkan bentuk kehadiran negara dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“KIA ini sangat bermanfaat. Saya harapkan kepada bapak dan ibu wali murid agar dijaga baik-baik. Ada diskon beli buku 15 sampai 20 persen, masuk tempat wisata anak juga dapat potongan,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah pusat.
“Ini bentuk negara peduli terhadap pertumbuhan anak dan peningkatan sumber daya manusia,” tegasnya. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO