Buka konten ini

PETENIS peringkat dua dunia, Iga Swiatek, memuji performa Janice Tjen setelah mengalahkannya di Qatar Open 2026. Menurut Swiatek, gaya permainan Janice menghadirkan nostalgia baginya, mengingatkan pada mantan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty.
Iga Swiatek memulai Qatar Open 2026 dengan impresif. Pada Selasa (10/2) malam, ia menundukkan Janice Tjen di Center Court Khalifa International Tennis Complex, Doha, Qatar dengan skor 6-0, 6-3. Kemenangan ini memperpanjang rekor Swiatek dalam laga pembuka turnamen WTA 1000 menjadi 32 kemenangan beruntun. Terakhir kali ia kalah di babak pertama WTA 1000 terjadi pada Cincinnati 2021 dari Ons Jabeur.
“Selalu menyenangkan memulai turnamen dengan permainan yang solid, dan saya siap menghadapi setiap laga,” ujar Swiatek kepada laman resmi WTA. Ia menambahkan, setiap pertandingan, termasuk babak awal, ia anggap sebagai tantangan yang serius sehingga selalu siap sejak awal.
Dominasi Swiatek atas Janice Tjen terlihat jelas, terutama di set pertama yang nyaris sempurna. Forehand spin menjadi senjata utama, membuat Janice kesulitan menahan permainan agresif Swiatek. Meski begitu, Swiatek tetap rendah hati dan memberi pujian kepada lawannya. Ia menilai cara bermain Janice mengingatkannya pada Ashleigh Barty, yang pernah mengalahkannya dua kali sebelum pensiun pada 2022.
“Hari ini saya harus menyesuaikan ritme permainan yang berbeda. Pilihan-pilihan Janice mirip dengan Ash Barty, sehingga menghadapi dia terasa seperti nostalgia yang menyenangkan,” kata Swiatek.
Di babak 16 besar, Swiatek akan bertemu Daria Kasatkina, mantan pemain top 10. Kasatkina menang 6-4, 6-0 atas unggulan ke-16 Elise Mertens dari Belgia pada hari yang sama. Swiatek unggul rekor 6-1 atas Kasatkina dan memenangkan enam pertemuan terakhir tanpa kehilangan satu set pun, namun ia tetap waspada.
“Setiap pertandingan memiliki cerita berbeda. Saya lebih fokus menghadapi tantangan hari ini dan tidak terlalu memikirkan hasil sebelumnya,” ungkap Swiatek. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO