Buka konten ini

KUNDUR (BP) – Ponton kedatangan di Pelabuhan Tanjung Makom, Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat, hingga kini belum diperbaiki setelah tenggelam pada Oktober 2025. Akibatnya, aktivitas naik dan turun penumpang kapal sementara waktu hanya dilayani melalui satu ponton, yakni ponton keberangkatan.
Kondisi tersebut membuat arus penumpang harus diatur agar tidak terjadi penumpukan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Direktur Operasional BUP Karimun, Zondervan, membenarkan bahwa ponton kedatangan belum diperbaiki. Ia menyebut perbaikan terkendala keterbatasan anggaran.
“Kami saat ini mengalami keterbatasan anggaran. Untuk memperbaiki ponton tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (11/2).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa status kepemilikan ponton masih berada di bawah Pemerintah Kabupaten Karimun. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga kelancaran pelayanan di lapangan.
Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya memperbaiki tiang-tiang ponton keberangkatan yang sempat bengkok serta mengatur jadwal arus penumpang.
“Petugas kami mengatur agar penumpang yang berangkat dan datang tidak bersamaan, sehingga beban ponton tidak terlalu berat. Memang pada waktu tertentu terjadi kepadatan, khususnya pagi dan sore,” jelasnya.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap Siahaan, menyatakan bahwa ponton Pelabuhan Tanjung Makom masih menjadi aset pemerintah daerah. Namun, perbaikan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran. “Untuk saat ini memang belum ada anggaran perbaikan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Karimun telah mengusulkan perbaikan sejumlah pelabuhan yang rusak, termasuk Tanjung Makom, ke Kementerian Perhubungan RI sejak Desember 2025 agar dapat dimasukkan dalam APBN 2026.
“Semoga usulan tersebut terealisasi tahun ini. Kami juga akan mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kepri agar tahun depan ada dukungan anggaran untuk perbaikan pelabuhan-pelabuhan di Karimun,” ujarnya. Sementara itu, masyarakat pengguna jasa pelabuhan berharap perbaikan segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY